#sampah

Penarikan Retribusi Sampah di Bandar Lampung Hanya dari UPT Kebersihan

( kata)
Penarikan Retribusi Sampah di Bandar Lampung Hanya dari UPT Kebersihan
Sampah. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung, Budiman PM, menegaskan penarikan retribusi sampah hanya dilakukan petugas UPT Kebersihan. Hal itu dipastikan dengan menghilangkan penagih dari dinas.

Penghapusan dua petugas penagih sampah itu guna meminimalisasi terjadinya masalah pendapatan. Dari UPT selanjutnya retribusi akan disetor langsung ke kas daerah.

"Petugas juga wajib menggunakan ID card, warna karcis diubah termasuk tanda tangan asli dan cap basah pada karcis," kata Budi, Kamis, 13 Oktober 2022.

Pencetakan karcis dilakukan berdasarkan potensi retribusi di setiap UPT. Sebelum dicetak, UPT melakukan perhitungan potensi retribusi dan mengajukan permintaan ke DLH.

Sistem karcis itu digunakan untuk retribusi kecil. Sementara untuk retribusi besar, masyarakat langsung melakukan pembayaran melalui transfer langsung ke kas daerah.

"Retribusi kebersihan ditargetkan Rp13 miliar pada 2022. Target itu diberikan berdasarkan perhitungan potensi retribusi," ujarnya.

Kemudian jika ada toko yang tutup harus dibuatkan berita acara untuk dilaporkan. “Karcis yang dicetak mesti dikembalikan ke inspektorat untuk dimusnahkan,” katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar