#penjambretan#penadah

Penangkapan Penadah Ponsel Hasil Penjambretan Sempat Dihalangi Keluarga

( kata)
Penangkapan Penadah Ponsel Hasil Penjambretan Sempat Dihalangi Keluarga
Tersangkan penadah ponsel hasil penjambretan saat digiring ke sel Mapolsek Talangpadang. Dok.

Kotaagung (Lampost.co) -- Aparat Polsek Talangpadang meringkus Suhaipi (29), warga Pekon Banding, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Tanggamus, yang menjadi penadah ponsel hasil penjambretan. Penangkapan tersangka di kediamannya, Rabu dini hari, 8 Juli 2020, sekitar pukul 02.00 WIB, sempat dihalangi keluarga dan tetangga pelaku.

Namun, petugas yang mengenakan alat perlindungan diri lengkap mampu membawa pelaku. Tersangka lalu digelandang ke Mapolsek Talangpadang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Talangpadang Iptu Khairul Yassin menyatakan tersangka merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat) pembobolan ATM di Bandar Lampung. Penangkapan ini atas laporan kasus penjambretan pada 29 Mei 2020 dengan TKP di Jalan Raya Pekon Talangpadang, Kecamatan Talangpadang.

"Kemudian dilakukan penyelidikan dan didapatkan informasi jika tersangka menguasai ponsel hasil kejahatan," kata Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Rabu, 8 Juli 2020.

Setelah dipastikan gawai tersebut adalah hasil kejahatan, aparat kepolisian lalu melakukan penggerebekan di rumah tersangka pada pukul 02.00 WIB. Dari penangkapan ini petugas mengamankan barang bukti satu unit ponsel merek Samsung A20. Ponsel tersebut milik korban Erlin Tasia (26), warga Pekon Sinar Semendo, Kecamatan Talangpadang.

Tersangka mengaku ponsel tersebut dibeli dari rekannya berinisial AN yang diduga pelaku penjambretan dengan harga Rp800 ribu. Berdasarkan keterangan penadah itu, polisi menetapkan AN dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sementara korban Erlin menyatakan peristiwa ini terjadi pada Kamis, 28 Mei 2020, pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Pekon Talangpadang. Pada saat itu korban berboncengan dengan ibunya dari arah Pugung menuju Talangpadang. Di TKP motor korban dipepet Yamaha Vixion tanpa pelat yang dinaiki dua pelaku.

Salah satu pelaku tiba-tiba merampas ponsel korban yang diletakkan di dasbor sepeda motor dan kabur ke arah Kotaagung. Tersangka dijerat Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar