diksarmautdiksarunilaberitalampung

`Pengampunan` untuk Tersangka Diksar Maut Perlu Mempertimbangkan Keluarga Korban

( kata)
`Pengampunan` untuk Tersangka Diksar Maut Perlu Mempertimbangkan Keluarga Korban
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengajuan penangguhan penahanan oleh kuasa hukum 17 tersangka kasus pendidikan dasar (diksar) maut yang menyebabkan Aga Trias Tahta (19) meninggal kontradiktif. Oleh sebab itu, penyidik harus betul-betul teliti dalam hal ini mengingat banyak sisi yang harus dipertimbangkan.

Demikian diungkapkan Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Mulyawan, Senin, 4 November 2019. Menurut dia, penyidik harus betul-betul teliti dalam hal ini mengingat banyak sisi harus dipertimbangkan.

Pertama, penyidik harus melihat orang tua dan saudara korban yang ditinggalkan jika penangguhan itu terjadi. Di sisi lain ada pasal yang mengatur penangguhan itu sendiri.

"Memang kalau penangguhan itu adalah hak subjektif kepolisian. Tapi terhadap perkara ini kalau diberikan penangguhan agak lucu saja. Di awal mereka ditahan takut menghilangkan barang bukti, nah ini ditangguhkan. Tapi balik lagi itu adalah kewenangan dari penyidik," katanya.

Dasar pertimbangan penyidik dalam hal memberi penangguhan itu, jika dilihat dari kondisi keluarga korban tentu hal ini sangat berat. Itulah yang semestinya menjadi pertimbangan penyidik terhadap keadilan korban.

"Bukan hanya mempertimbangkan itu menjadi kewenangan mereka (penyidik) tapi harus melihat keadilan buat korban," kata dia.

Dia mengakui sejauh ini belum ada kasus dugaan menghilangkan nyawa orang lain yang ditangguhkan. Dalam hal ini sangat sulit dikatakan kasus ini merupakan pembunuhan, mengingat awalnya kasus ini merupakan penganiayaan yang mengakibatkan menghilangnya nyawa orang lain.

"Yang jekas kalau mengakibatkan korban meninggal dunia, iya jangan sampai pengenaan pasalnya urgent juga nanti dimasukkan pembuatan. Kalau pembunuhan itu kan niatnya membunuh. Di sinilah letaknya polisi harus hati-hati," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar