#sampah#beritalampung#lingkungan

Penanganan Sampah Harus Komprehensif

( kata)
Penanganan Sampah Harus Komprehensif
Pixabay.com

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Akademisi Sosiologi Lingkungan dari Universitas Lampung, Erna Rochana mengatakan pengelolaan sampah di Lampung harus dilakukan secara komprehensif.

Menurutnya, sampah memang dapat dikelola melalui 3 R yakni Reduce, Reuse and Reclycle dimana masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Pengelolaan sampah dengan teknologi juga harus terus diupayakan. Teknologi bio untuk sampah organik, tetapi untuk sampah anorganik seperti  plastik dan metal tidak perlu teknologi yang berbeda. 

"Pengelolaan sampah menjadi bahan bakar perlu kajian khusus, sampah plastik dibakar akan menimbulkan polusi udara yang sangat berbahaya," katanya, Kamis (1/8/2019).

Sebaiknya kebijakan pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif. Dipisahkan dari sumbernya (rumah tangga). Sampah tidak dicampur sehingga dapat diperlakukan sesuai dengan karakternya, berdaya guna (bermanfaat ekologis, ekonomis, sosial) dan rendah resiko.

"Kebijaksanaan gerakan memilah sampah dari sumbernya untuk dikelola. Bukan dipindah dan ditumpuk saja. Sampah organik dikelola jadi pupuk, plastik didaur ulang jadi perkakas plastik sementara logam dilebur dan dicetak ulang jadi perkakas yang bermanfaat," katanya.

Direktur Walhi Provinsi Lampung, Irfan Tri Musri berpendapat mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Regional cukup dilematis. Disatu sisi bisa mengurai dan mengurangi sampah untuk dijadikan listrik. Disisi lainnya, gas sisa aktivitasnya juga merupakan polusi udara karena kandungnya cukup berdampak bagi kesehatan. 

Sebelumnya Pemprov Lampung akan membangun TPA regional untuk menampung dan mengelola sampah dari beberapa kabupaten dan kota diantaranya Bandar Lampung, Pesawaran, Metro dan Lampung Selatan. 

Triyadi Isworo

Berita Terkait

Komentar