#covid-19#viruskorona#viruscorona

Penanganan Limbah Alkes Covid-19 Tak Bisa Sembarangan

( kata)
Penanganan Limbah Alkes Covid-19 Tak Bisa Sembarangan
Ilustrasi/Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan pengelolaan limbah alat kesehatan (alkes) bekas penanganan covid-19 tidak boleh sembarang. Sebab, limbah alkes covid-19 termasuk bahan beracun dan berbahaya.

"Sehingga perlu dikelola seperti limbah bahan berbahaya beracun (B3)," kata Direktur Jenderal (Dirjen) PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Rosa menyampaikan, KLHK sudah mengeluarkan Surat Edaran Menteri LHK Nomor SE.2/MenLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius atau B3 dan Sampah Rumah Tangga dari penanganan Covid-19. Ketentuan ini harus dipatuhi guna memutus rantai penyebaran dari limbah peralatan yang digunakan untuk penanganan covid-19.

Dia mengingatkan limbah alkes covid-19 tidak bisa dibuang di tempat pemroses akhir (TPA) sampah keluarga. Dikhawatirkan, limbah tersebut masih terkontaminasi covid-19 dan molekul berbahaya lainnya.

Secara umum, limbah infeksius disimpan di dalam dalam kemasan tertutup maksimal 2 hari sejak digunakan. Selanjutnya, limbah tersebut dimusnahkan dengan alat pembakar sampah atau insinerator.

"Suhu pembakaran minimal 800 derajat celcius atau otoklaf yang dilengkapi dengan pencacah," ungkap Rosa.

Tidak hanya pengelolaan limbah, SE Menteri LHK itu juga memuat ketentuan keamanan petugas kebersihan dan pengelola persampahan. Hal ini untuk menjamin petugas tersebut terlindungi dari sebaran penularan covid-19.

 "Bagaimanapun, mereka adalah termasuk garda penting di lapangan dan memiliki resiko yang tinggi," ujar dia.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar