#beritalampung#beritabandarlampung#inflasi

Penanganan Inflasi di Bandar Lampung dengan 3 Mekanisme Mulai Dijalankan

( kata)
Penanganan Inflasi di Bandar Lampung dengan 3 Mekanisme Mulai Dijalankan
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menyiapkan sejumlah mekanisme penggunaan anggaran penanganan inflasi. Plt Sekretaris Daerah Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, mengungkapkan terdapat 3 mekanisme yang disiapkan pemerintah.

Dalam penanganan inflasi, kata Sukarma, pemerintah menggelar pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat. Kemudian, melakukan pembagian beras untuk masyarakat terdampak sebagai ketahanan pangan. Lalu, pemerintah menyiapkan program penyediaan lapangan kerja.

Menurutnya, hal itu dilakukan dengan swakelola anggaran untuk membangun fasilitas air dan sanitasi. "Pasar murah dan pembagian beras sekarang sudah berjalan, karena kemarin menunggu APBD perubahan," ujarnya, Selasa, 8 November 2022.

Sementara itu, Plt Kepala BPKAD Bandar Lampung M Ramdhan menjelaskan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp5,8 miliar. Total anggaran itu digunakan untuk 3 mekanisme yang telah disiapkan.

Baca juga: Viral! Penangkapan Bandar Sabu di Menggala Berlangsung Ricuh

Dari anggaran yang tersedia, sebanyak Rp2,8 miliar digunakan untuk penyediaan bahan pangan berupa beras. Kemudian Rp2 miliar untuk program swakelola dan kegiatan pasar murah Rp1 miliar.

"Pembagian beras sudah dilakukan Dinas Pangan, Pasar murah juga sudah berjalan oleh Dinas Pasar," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kegiatan swakelola saat ini masih disiapkan oleh Dinas PU sebagi OPD yang ditugaskan. Ramdhan mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk digunakan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas PU Bandar Lampung, Iwan Gunawan menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan 2 program dalam penggunaan anggaran itu yakni pengadaan jaringan air bersih dan pembuatan IPAL Komunal.

Ia menjelaskan, pengadaan jaringan air bersih dilaksanakan di Kelurahan Sukajawa Baru, Tanjung Karang Barat. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) melibatkan masyarakat dalam pemasangan jaringan air bersih bersama PDAM Way Rilau.

"Pemasangannya nanti dikelola masyarakat jadi membuka lapangan kerja, nanti dipasang meteran air oleh PDAM," jelasnya.

Sementara pembuatan IPAL Komunal akan dilakukan di Kelurahan Kota Karang Raya dan Kota Karang, Teluk Betung Timur. Sama seperti penyediaan air bersih, pembuatan IPAL Komunal juga akan dilakukan oleh masyarakat untuk membuka lapangan kerja.

Kemudian, setelah selesai dibuat, pemerintah juga menyerahkan IPAL tersebut ke masyarakat untuk diswakelola. Sehingga, ke depan dari pengelolaan itu masyarakat juga bisa mendapatkan pendapatan.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar