#stunting

Penanganan Stunting di Bandar Lampung Diperluas ke 7 Kecamatan

( kata)
Penanganan <i>Stunting</i> di Bandar Lampung Diperluas ke 7 Kecamatan
Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung, Leny Syahnimar. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Angka stunting di Bandar Lampung telah mengalami penurunan sebesar 0,7%. Pada 2020 lalu, kasus stunting mencapai 6,6% dan pada 2021 sebesar 5,9%.


Meskipun turun, angka prevalensi stunting masih menyentuh 19,4%. Jumlah itu masih jauh dari target pemerintah pusat, yakni prevalensi 14% pada 2024 mendatang.

Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung, Leny Syahnimar mengatakan, pihaknya akan melakukan perluasan intervensi ke lebih banyak kecamatan. Saat ini, terdapat tujuh kecamatan yang sedang menjadi lokus intervensi stunting.

"Tahun lalu tiga kecamatan. Tahun ini tambah empat kecamatan lagi, jadi ada 21 kelurahan di tujuh kecamatan. Salah satu alasan perluasan karena memang angka stunting di wilayah tersebut lebih tinggi dibanding yang lain," ungkapnya, Selasa, 17 Mei 2022.

Baca: Calon Pengantin di Lamsel Wajib Periksa Kesehatan demi Cegah Stunting

 

Dia menyebutkan, tujuh kecamatan tersebut adalah Kemiling, Enggal, Sukabumi, Telukbetung Timur, Tanjungkarang Barat, Kedaton, dan Panjang.

Ia menjelaskan, pemilihan lokus dilakukan agar penanganan bisa dilakukan secara lengkap. Jika sekaligus ke semua wilayah, maka itu bisa menjadi beban anggaran dan keterbatasan tenaga.

"Pada 21 kelurahan ini memiliki karakteristik masalah stunting sehingga dipilih untuk dilakukan intervensi," ujarnya.

Pihaknya juga mengaku rutin melakukan pemantauan pertumbuhan balita dan imunisasi melalui 705 posyandu. 

"Intervensi juga dilakukan melalui sekolah dengan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Program ini dilakukan untuk mencegah remaja putri kekurangan darah atau anemia akibat haid," kata dia.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar