#viruscorona#wabahcorona#beritalampung

Penanganan Covid-19 di Lampung Serap 18,41% Anggaran

( kata)
Penanganan Covid-19 di Lampung Serap 18,41% Anggaran
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung Kisyadi. Lampost.co/Triyadi Isworo 

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung dan 15 kabupaten/kota telah menganggarkan dari APBD sebesar Rp1.45 triliun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang terbagi untuk penanganan kesehatan, jaring pengamanan sosial, dan pemulihan ekonomi. Dari total anggaran yang ada tersebut baru terpakai atau terserap 18,41%.

Menurutn Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung, Kisyadi dana untuk percepatan penanggulangan Covid-19 harus dapat direalisasikan dengan benar sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal untuk penanganan kesehatan masyarakat dan membangkitkan kembali sektor ekonomi, sektor koperasi, dan sektor UMKM di Provinsi Lampung. Untuk mencapai tujuan dimaksud diperlukan kolaborasi dan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang handal sehingga tidak terjadi kebocoran anggaran.

Kisyadi mendorong dari sisi pemulihan ekonomi di Pemerintah Provinsi Lampung dan kabupaten/kota untuk segera merealisasikan dan menyusun strategi sesuai kondisi daerah masing-masing. Untuk penanganan Covid-19 dari total anggaran Rp.1,47 triliun rupiah sampai saat ini baru teralisasi sekitar 18,41%. 

"Total penyerapan anggaran sebesar 18,41% untuk se Lampung," katanya di Ruang Command Center Diskominfotik Provinsi Lampung, Kamis, 2 Juli 2020. 

Kemudian ia mengatakan dari hasil evaluasi penyerapan yang kecil tersebut kendalanya kemungkinan karena situasi Covid-19 maka orang yang bergerak tidak begitu leluasa. Kemudian dari sisi kesehatan memang ada di daerah-daerah yang kasus positif Covid-19 sedikit sehingga pengeluaran anggarannya kecil dan belum ada perkembangan kasus covid-19. 

"Dari 18,42% anggaran terserap tersebut paling banyak terserap di sektor kesehatan yakni 27,30%, jaring pengaman sosial yakni 11,58% dan pemulihan ekonomi yakni 13,13%," katanya.

Ia mengatakan sebagian daerah sudah memetakan langkah-langkah strategis untuk pemulihan ekonomi karena pada prinsipnya setiap daerah harus segera bergerak cepat untuk pemulihan ekonomi. Ia mengatakan apabila covid-19 sudah berhenti maka anggarannya bisa dialokasikan kepada sektor lain.

"Ekonomi secepat mungkin harus digenjot. Selama ini sendi-sendi ekonomi ini berhenti total karena Covid-19. Maka di tahap new normal ini ekonomi harus hidup. Kami minta pemerintah daerah untuk menginventarisir apa yang harus di dorong untuk bangkit," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar