#penahanan#korupsi#beritapesawaran

Penahanan Tiga Tersangka Korupsi RSUD Pesawaran Diperpanjang

( kata)
Penahanan Tiga Tersangka Korupsi RSUD Pesawaran Diperpanjang
Irwan Aprianto selaku kuasa hukum Julian, salah satu tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan RSUD Pesawaran. Lampost.co/Ahmad Amri

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Masa penahanan terhadap tiga tersangka korupsi RSUD Pesawaran di Polda Lampung diperpanjang lagi setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Irwan Aprianto selaku kuasa hukum Julian, salah satu tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan RSUD Pesawaran, mengatakan bahwa kliennya diperpanjang penahanannya di Polda Lampung.

"Berdasarkan, informasi dari pihak keluarga, klien kami (Juli) diperpanjang penahanannya," kata Irwan Aprianto, Minggu, 11 November 2019.

Dia menjelaskan belum diketahui apa sebab kliennya dilakukan perpanjangan penahanan oleh penyidik Direktorat Kriminal khusus Polda Lampung.

"Kemungkinan karena ada pemeriksaan saksi belum selesai sepertinya, maka dilakukan perpanjangan penahanan oleh penyidik," ujar Irwan.

Sementara itu, terpisah Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat dikonfirmasi terkait perkembangan perkara dugaan korupsi RSUD Pesawaran, dia belum bisa menjelaskan.

"Kami tanyakan kepada Dirkrimsus," kata Zahwani Pandra, singkat melalui sambungan WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran tahun anggaran 2018.

Tiga tersangka yaitu Raden Intan selaku penjabat pembuat komitmen merangkap PNS Dinas Kesehatan Pesawaran, Taufiqurrahman (TQ) selaku kontraktor, dan Julian (JL) selaku konsultan proyek pembangunan RSUD Pesawaran.

Dari hasil audit BPK menyebutkan kerugian negara dalam proyek pembangunan lantai II RSUD Pesawaran mencapai Rp4,8 miliar.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar