#kpk #kasuskorupsi #dirgantaraindonesia

Penahanan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT DI Diperpanjang

( kata)
Penahanan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT DI Diperpanjang
Ilustrasi KPK. Dok.


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tiga tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (DI) tahun 2007-2017. Perpanjangan penahanan dilakukan lantaran penyidik memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara.

Ketiganya adalah Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI 2007-2014 Arie Wibowo (AW); Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa, Didi Laksamana (DL); dan Direktur Utama PT Selaras Bangun Usaha, Ferry Santosa Subrata (FSS). "Dimulai 23 November 2020 sampai dengan 1 Januari 2021," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin, 23 November 2020.

Ketiga tersangka ditahan di rumah tahanan (rutan) berbeda. Arie ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur, Didi di Rutan Polres Jakarta Pusat, dan Ferry ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Mereka diduga menerima sejumlah dana dari pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif di PT DI. Arie diduga menerima Rp9,1 miliar, Didi Rp10,8 miliar, dan Ferry Rp1,9 miliar.

Para tersangka dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

Tersangka baru dalam kasus ini telah ditetapkan, salah satunya Direktur PT PAL Indonesia Persero Budiman Saleh (BUS) yang tengah dalam proses penyidikan. Sementara itu, dua tersangka lainnya, mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan mantan Kepala Divisi Penjualan merangkap Asisten Direktur Utama Bidang Hubungan Pemerintah PT DI Irzal Rinaldi Zailani tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat.

Medcom







Berita Terkait



Komentar