#pemilu#dprri

Pemutakhiran Data Pemilih Selalu Jadi Kendala Pemilu

( kata)
Pemutakhiran Data Pemilih Selalu Jadi Kendala Pemilu
Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli. Lampost.co/MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, Agus Riyanto memberikan dua masukan kepada Komisi II DPR RI dalam kunjungan kerja evaluasi pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung.

Pertama, Agus meminta bantuan kepada Komisi II DPR RI untuk menjembatani KPU dengan Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendapatkan akses langsung terhadap data kependudukan.

"Disdukcapil tidak diberikan akses by name by address untuk pemilih baru. Kami hanya diberi data yang meninggal dan pindah domisili," ujarnya, Rabu, 3 Februari 2021.

Kedua, sesuai Undang-undang proses pemutakhiran data pemilih diserahkan 6 bulan sekali. Namun kendala di lapangan selalu ada, seperti perubahan pembatasan jumlah pemilih untuk setiap TPS.

"Adanya perubahan yang selalu terjadi pada setiap pemilihan umum, karena regulasinya tidak dicantumkan dalam UU dan tidak permanen," kata dia.

Menanggapi masukan tersebut, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, mengatakan pemutakhiran data pemilih akan menjadi catatan penting bagi pihaknya dan akan segera mencari solusi terbaik untuk menyelesaikannya. "Kasus ini terus terjadi secara berulang setiap menjelang pemilu," ujarnya. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar