#tsunami#bencanaalam#pemulihankorbantsunami

Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Tsunami Dibahas

( kata)
Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Tsunami Dibahas
Pemkab Lamsel gelar rapat pembahasan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak tsunami, Jumat, 10 Juli 2020. Foto. Lampost.co /Juwantoro

Kalianda (Lampost.co): Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan pendampingan kepada masyarakat Lampung Selatan yang terdampak bencana tsunami. 

"Memang dalam pendampingan pemulihan ekonomi bagi korban tsunami tidak mudah. Tapi, kami akan mencobanya. Untuk itu, perlu adanya sinergisitas antara Pemkab Lampung Selatan," ujar Ketua Rombongan Unila dari Fakultas Ekonomi Ayi Ahdiyat,  ketika ditemui usai rapat pembahasan pemulihan ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak tsunami, Jumat, 10 Juli 2020.

Untuk itu, kata dia, diharapkan perekonomian masyarakat terdampak tsunami di Lampung Selatan dapat pulih kembali. 

"Kedepan perekonomian masyarakat terdampak tsunami berangsur-angsur bisa pulih lagi dan bisa berkambang Usaha.Mikro Kecil Menengah (UMKM)-nya," kata dia.

Zulfina, perwakilan dari Beppeda Lampung Selatan mengatakan tiga bulan setelah kejadian, pihaknya langsung menyusun dokumen rehab dan rekontruksi (RR) untuk pemulihan ekonomi. 

"Pada intinya, kami sangat terima kasih sekali sudah ditindaklanjuti oleh PNPB dan Unila," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan I Ketut Sukerta mengatakan data-data sudah siap dengan adanya penyusunan dokumen RR. 

"Maka, kami berharap tidak perlu membentuk kelompok baru. Jika membentuk kelompok-kelompok baru lagi dikawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, kami minta harus mengacu pada dokumen RR yang telah disusun," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan Rini Ariasih mengatakan saat ini daerah pesisr sudah rapi. Karena, masyarakat sudah mulai berbenah. Bahkan, pada 2019 sudah ada bantuan dari Pemprov Lampung untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pembuatan wisata rumah pohon. 

"Untuk itu, kami pun sudah mengajukan beberapa pokdarwis yang terdampak tsunami agar bisa mendapatkan bantuan yang lain," tegasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Lampung Selatan Dwi Jatmiko mengatakan perlu perhatian khusus bagi nelayan kecil yang terdampak tsunami

"Untuk itu, kami mohon bantuan baik kepada Pemrov Lampung dan Pemerintah Pusat agar para nelayan bisa dapat alat tangkap ikan dan perahu. Sebab, bantuan kapal belum mencukupi dengan jumlah nelayan yang cukup banyak," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar