#pemukulan#kekerasananak#ponpesalfatah

Pemukulan Santri Ponpes Al-Fatah Dibawa ke Meja Hijau

( kata)
Pemukulan Santri Ponpes Al-Fatah Dibawa ke Meja Hijau
Sidang kasus pemukulan di Ponpes Al-Falah Darul Amal digelar virtual di PN Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Melakukan kekerasan karena tidak terima anaknya diperlalukan kasar oleh kakak kelas di Pondok Pesantren Al-Fatah Darul Amal, Bandar Lampung, terdakwa Aan Subhan (49) menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Selasa, 4 Agustus 2020.

Jaksa Anton Nur Ali mengatakan perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 76 C juncto Pasal 80 Ayat  (2) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berawal terdakwa pergi untuk berkunjung menemui saksi M. Laden yang merupakan anak terdakwa di Pondok Pesantren Al-Fatah Darul Amal. Setelah terdakwa sampai di Ponpes, terdakwa langsung menemui anaknya. Saat itu anak terdakwa melaporkan bahwa ia sakit kepala.

Lalu terdakwa bertanya kepada akanya mengapa sakit kepala, lalu anaknya bercerita bahwa kepalanya diinjak oleh Ryanda Alfa Dinata selaku kakak kelas karena anaknya mempertahankan oleh-oleh yang diberikan terdakwa kepada ànaknya dengan tujuan akan diberikan kepada ustaz di Ponpes.

Lalu terdakwa pergi menemui korban di lantai bawah Ponpes, setelah sampai saat itu terdakwa memanggil dan menanyakan kepada Ryanda, barang apa yang diambil dari Laden dan saksi Ryanda menjawab bahwa mengambil tasbih serta farfum saja. Mendengar jawaban dari saksi Ryanda kemudian terdakwa langsung melakukan pemukulan terhadap korban.

"Pada pemeriksaan seorang korban laki-laki yang berumur sekitar 14 tahun, terdapat luka memar pada bibir bagian atas dan punggung akibat trauma/benda tumpul," ujar Jaksa.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar