#Kotabumi#TuguRato

Pemugaran Tugu Rato Kotabumi Dinilai Mubazir, Dinas PU: Agar Tak Jadi Tempat Jentik Nyamuk

( kata)
Pemugaran Tugu Rato Kotabumi Dinilai Mubazir, Dinas PU: Agar Tak Jadi Tempat Jentik Nyamuk
Pemugaran area Tugu Rato Kota Bumi/Lampost.co/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co): Pelaksanaan pemugaran area di Tugu Rato Kotabumi dinilai mubazir. Pasalnya, masih banyak fasilitas publik lain yang perlu diprioritaskan dan mendesak untuk dibenahi, seperti akses penunjang moda transportasi masyarakat yang sudah dua tahun lebih tidak tersentuh dan diperhatikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kolam yang berada di bangunan Tugu Rato, Taman Olah Seni yang terletak di jalur dua Kotabumi sedang dilakukan pembangunan. Setelah membongkar seluruh areal kolam, mereka membangun menjadi taman baca.

Beberapa pekerja terlihat sibuk membuat pondasi yang rencananya akan dibuat seperti replika matahari itu.

"Kita lihat jalan yang berada di Kotabumi dan sekitarnya. Cukup memprihatinkan, karena memang dua tahun belakangan tak ada pembangunan. Sementara pemerintah asyik membangun di tempat lain, seperti disini misalnya, " ujar salah seorang pengunjung, Syukri, Senin, 7 Desember 2020.

Padahal menurutnya, hal itu bila dioptimalkan masih dapat dipakai.

"Ini kan masih bisa dibagusin, kalau cuma bongkar-membongkar begini anak kecil saja bisa. Coba diarahkan ke tempat lain, kan lebih bermanfaat. Inikan tidak, membongkar bangunan lama diganti dengan yang baru. Yang jadi pertanyaan, bagaimana perencanaannya," terangnya.

Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Utara, Syahrizal Adhar menampik hal itu. Menurutnya, perbaikkan itu dilakukan untuk meningkatkan pemamfaatan bangunan di areal Taman Olah Seni Kotabumi itu.  Sebab, bangunan lama dinilai tidak optimal serta dapat mendatangkan bencana bagi warga.

"Di situ kan ada kolam yang berisi air, di sana diisi dengan jentik nyamuk. Sehingga dapat mendatangkan penyakit, selain itu berbahaya bagi anak kecil karena kalau jatuh dapat tenggelam," kata Syahrizal.

Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif merombaknya menjadi taman baca. Yang dipandang lebih baik pemandangannya, serta optimal pemanfaatannya oleh masyarakat.

"Jadi tahun ini bukan tak ada pembangunan, tapi khusus jalan dan jembatan itu tidak ada karena keterbatasan anggaran. Seperti misalnya irigasi, pembangunan taman baca Tugu Rato dan lainnya, " pungkasnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar