#pencabulan#asusila#beritalampung#persidangan

Pemuda Purwosari Pemerkosa Siswi SMA Divonis 12 Tahun

( kata)
Pemuda Purwosari Pemerkosa Siswi SMA Divonis 12 Tahun
Suasana persidangan kasus pemerkosaan di PN Tanjungkarang. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Ketua Majelis Hakim Ismail Hidayat memvonis terdakwa Deni Harahap (22) warga Batupuru, Purwosari, Natar, Lampung Selatan dengan hukuman 12 tahun penjara atas kasus pemerkosaan gadis kelas 2 SMA dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Selasa, 23 Juni 2020.

Vonis tersebut lebih ringan 1 tahun dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum Anyk Kurniasih yang menuntut selama 13 tahun penjara.

Sebelum menjatuhkan vonis, Ketua Majelis Hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan terdakwa yakni korban merasa trauma, korban hamil 5 bulan, perbuatan terdakwa merusak masa depan korban, dan terdakwa tidak bertanggungjawab.

"Hal yang meringankan terdakwa yakni sopan, berterus terang, dan belum pernah dihukum," ujar Ismail Hidayat.

Ketua Majelis menyatakan terdakwa Deny Harahap bersalah melanggar Pasal Perlindungan Anak.

"Terdakwa melanggar Pasal 82 Jo Pasal 76D Undang-Undang RI No.17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Oleh karena itu divonis selama 12 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda sebanyak Rp800 juta subsider selama dua bulan," ujar Majelis Hakim.

Pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Anyk Kurniasih menjelaskan pada Jumat, 4 Oktober 2019 sekitar pukul 10.00 WIB terdakwa melalui pesan singkat mengajak saksi korban untuk bermain ke rumah teman terdakwa.

"Saksi korban menyetujuinya, sekitar pukul 11.30 WIB saksi korban dijemput oleh terdakwa didepan gerbang sekolah dengan menggunakan sepeda motor," kata JPU.

Lanjut JPU, saksi korban bukannya dibawa ke rumah teman terdakwa, namun saksi korban dibawa ke Losmen Maheta yang berada di Jalan Pramuka, Rajabasa sekitar pukul 12.00 WIB.

"Terdakwa membuka pintu kamar losmen tersebut dan menyuruh saksi korban masuk akan tetapi saksi korban melihat tidak ada siapa-siapa di ruangan tersebut sehingga saksi korban berusaha keluar dari kamar losmen," tuturnya.

Namun, kata JPU, tangan saksi korban ditarik-tarik oleh terdakwa masuk ke dalam kamar. Terdakwa mengunci pintu kamar losmen tersebut dan memaksa saksi korban yang tengah duduk untuk meminum air sembari mencekik leher saksi korban. Setelah meminum air tersebut, saksi korban tidak sadarkan diri dan tertidur lalu terdakwa merudapaksa korban.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar