#pencabulan#asusila

Pemuda Jati Agung Perkosa Ponakan yang Disabilitas

( kata)
Pemuda Jati Agung Perkosa Ponakan yang Disabilitas
Pelecehan seksual anak di bawah umur. Ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) -- Seorang asal Desa Gedung Harapan Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Buang (26), diringkus petugas Polsek Jati Agung, Rabu,2 Juni 2021. 

Pemuda tersebut dibekuk atas kasus pemerkosaan terhadap keponakannya yang memiliki keterbatasan mental, berinisial R (17).  

Kanit Reskrim Polsek Jati Agung, Aipda Abdul Rahman, mengatakan aksi tersebut dilakukan tersangka pada April 2021 lalu. Saat itu, korban dipanggil pelaku ke rumahnya. Sebab, rumah pelaku berada di belakang rumah korban. 

"Begitu korban masuk rumah, pelaku langsung mengunci rumah dan menutup gorden, hingga melakukan aksinya," kata Abdul, Sabtu, 5 Juni 2021.

Setelah mencabuli remaja tersebut, tersangka mengancam membunuh orang tua korban jika melapor. Dengan demikian korban pun tidak berani menceritakannya.

"Setelah itu korban mengurung diri di kamar beberapa Minggu. Kemudian ibu korban menyuruh anak itu mengantarkan makanan ke rumah pelaku, tetapi korban tidak mau dan sangat takut dengan pamannya," ujar dia.

Hal itu membuat ibu korban curiga dan menanyakannya kepada korban. "Korban akhirnya jujurlah dan saat mendengar ceritanya, ibu korban melapor ke Polsek Jati Agung," katanya.

Atas laporan itu, anggotanya melakukan penangkapan tersangka di kediamannya. "Pelaku dijerat Pasal 181 ayat 2 UU Perlindungan Anak Pasal dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun," ujarnya.

Sementara, tersangka mengaku khilaf atas perbuatannya tersebut. "Baru sekali saya berbuat, memegang kemaluannya," kata pria bertato itu.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar