Tanggamusbunuhdiri

Pemuda Asal Garut Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Alpukat

( kata)
Pemuda Asal Garut Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Alpukat
Anggota kepolisian dan tenaga medis memeriksa jasad korban. Lampost.co/Abu Umaraly


KOTAAGUNG (Lampost.co) -- Pemuda asal Garut, Jawa Barat, Ade Supriatna (38) ditemukan tewas tergantung di pohon alpukat, hutan register 32 Dusun Sidobangun, Pekon Penantian Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus, sekitar pukul 09.00, Sabtu 12 Desember 2020. 

Saksi Odeng (38) mengatakan, dirinya melihat jasad korban tergantung di pohon alpukat. Sehingga dia pun memberitahukannya kepada kakak korban yang tinggal satu rumah, Erwin (60). Bersama dengan warga lainnya, Erwin langsung mendatangi lokasi dan melapor ke Mapolsek Pulau Panggung dan aparatur pekon.

Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Ramon Zamora mengatakan jajarannya melakukan pemeriksaan di TKP. Terhadap jenazah korban juga dilakukan pemeriksaan bersama tenaga medis Puskesmas Ulubelu untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Menurut hasil pemeriksaan fisik korban ditemukan cairan sperma di kemaluan korban. Diperkirakan korban sudah meninggal selama 2 hari sebelum ditemukan warga," kata Kapolsek.

Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di sekujur tubuh korban. Sehingga diduga korban meninggal akibat bunuh diri dengan tali tambang sepanjang 2 meter. Dari TKP ditemukan barang bukti 1 tas karung warna putih yang dibawa korban, tali tambang warna hijau dan sepasang sepatu boot.

Sedangkan penuturan dari kakak korban, Amad (27), korban pamit kepada dirinya untuk pergi bekerja dikebun milik korban pada Rabu 9 Desember. Namun, hingga sore korban belum kembali ke rumah dan kakak korban beranggapan jika korban melanjutkan memancing.

Hingga keesokan harinya, korban masih belum kembali dan kakak korban mencari di sekitar kebun. Namun usahanya belum berhasil dan melaporkan kepada Erwin sebagai orang yang dituakan.

Erwin bersama dengan warga lainnya berupaya melakukan pencarian di areal perkebunan hingga malam hari. Pencarian dilanjutkan hingga Jumat, tetapi tidak membuahkan hasil. 

Kapolsek menambahkan, korban bersama dengan kakaknya datang dari Garut ke Pekon Penantian untuk berkebun kopi. Korban cenderung tertutup dan menjadi pendiam setelah mengalami putus cinta.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar