pemprovlada

Pemprov Berupaya Pulihkan Kejayaan Lada Lampung

( kata)
Pemprov Berupaya Pulihkan Kejayaan Lada Lampung
Foto: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat kunjungan kerja meninjau kebun lada di Desa Sukdana Baru, Kecamatan Marga Tiga Lampung Timur, Rabu, 18 November 2020.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pemulihan kejayaan lada di Bumi Ruwai Jurai. Lada sebagai simbol Provinsi Lampung harus terus dipertahankan dan mampu menyejahterakan petani. 

Sesuai data dari Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia luas lahan lada di Lampung 2015-2019 turun dari 45.863 ha menjadi 45.322 ha. Produksi turun dari 14.860 ton menjadi 13.727 ton. Produktivitas lahan juga turun dari 494 kg/ha menjadi 447 kg/ha.

Saat ini, di Desa Sukdana Baru, Kecamatan Marga Tiga Lampung Timur harga 1 kg lada hitam sebesar Rp29 ribu. Para petani meminta agar harga jual lada tersebut bisa kembali berjaya diangka Rp150 ribu per kg pada tahun 2015.

"Saya ingin para petani lada kita sejahtera. Ketersediaan bibit, pupuk, peningkatan produksi dan pemasaran terus dilakukan. Apalagi kita punya program kartu petani berjaya. Lada kita mendunia," kata Gubernur saat kunjungan kerja meninjau kebun lada di Desa Sukdana Baru, Kecamatan Marga Tiga Lampung Timur, Rabu, 18 November 2020.

Kemudian, ia meminta kepada masyarakat dan kelompok tani untuk membuat home industry yang fokus mengelola lada secara serius. Peran aktif ibu-ibu didesa bisa membantu kejayaanya lada kembali.

Hasil olahan lada tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan restoran yang ada. Selain itu, ketersedian sarana, prasarana pertanian serta insfrastruktur jalan perlu diperbaiki agar akses keluar masuk bisa mudah untuk membawa hasil komoditas sehingga ekonomi bisa tumbuh.

"Daerah ini juga bisa menjadi pilot project. Saya juga dekat dengan menteri yang bisa membantu para petani. Nanti saya akan berkoordinasi dan berkomunikasi," katanya.

Arinal juga melakukan dialog bersama kelompok tani untuk mendengarkan keluhan para petani lada. Saat ini kehadiran lada sudah hampir tidak ada. Namun Kabupaten Lampung Timur mampu mempertahankan komoditas ini. Ia berkomitmen membangkitkan kembali kejayaan komoditas lada di Provinsi Lampung.

Pada kunjungan itu, Gubernur Arinal juga mengajak Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) Irwan Sukri Banuwa untuk menangani permasalahannya yang ada. 

 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar