#pariwisata#perekonomian

Pemprov Terus Dorong Pariwisata guna Pulihkan Perekonomian

( kata)
Pemprov Terus Dorong Pariwisata guna Pulihkan Perekonomian
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus berusaha mendorong sektor pariwasata berdenyut kembali agar bisa memulihkan perekonomian yang lumpuh karena terdampak pandemi Covid-19. Namun, sektor pariwisata harus benar-benar berhati-hati dalam operasional dan pelayanannya agar terhindar dari Covid-19.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengatakan pariwisata di Lampung terus didorong agar ekonomi bisa terus hidup. Namun, protokol kesehatan wajib diterapkan.

Dia mengatakan peraturan gubernur (Pergub) masih dievaluasi Kemendagri. Apabila sudah turun, harus cepat disosialisasikan.

"Pariwisata kita ini agak nekat di Lampung mendorong dengan maksimal. Kita menyemangati ayo bergerak, ekonomi bergerak, pariwisata jalan. Tapi selalu hati-hati, kita ingetin. Ayo ekonomi jalan kalau enggak kita mati kelaparan," kata Nunik di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 23 Juli 2020.

Disinggung mengenai adanya wacana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mengucurkan dana talangan hingga Rp10 miliar bagi setiap pelaku pariwisata melalui dana pemulihan ekonomi nasional (PEN), Nunik mengatakan saat ini pengusaha pariwisata yang terpenting ialah peraturan yang konkret.

"Kalau di tataran pengusaha bukan melulu soal insentif yang dihadapkan. Tapi yang penting itu aturan boleh buka dan setelah buka apa yang dibutuhkan. Tidak selalu pada insentif, tapi peraturan yang jelas supaya bisa berusaha, dia bisa safety, client safety, pelayanan bagus, dan ekonomi berjalan," katanya.

Dia mengatakan apabila peraturan gubernur Lampung terkait pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 di Lampung sudah turun dari Kemendagri, bisa menjadi panduan pengusaha di sektor pariwisata. "Kalau ditanya insentif, kita tahu keuangan kita hancur kok. Jangan ngejer insentif. Bersyukur kalau nanti Kementerian Pariwisata menurunkan insentif. Tapi kan itu baru statemen awal menteri," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar