#lampung#upsussiwab

Pemprov Terus Berupaya Tingkatkan Produktivitas Upsus Siwab

( kata)
Pemprov Terus Berupaya Tingkatkan Produktivitas Upsus Siwab
Gubernur Arinal Djunaidi memberikan penghargaan capaian upaya khusus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab) untuk kabupaten/kota se-Lampung saat rapat koordinasi bersama stakeholder terkait di  Pulau Tegal Mas, Rabu, 18 Desember 2019. Dok

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus berusaha meningkatkan sektor peternakan dalam upaya menjaga sebagai daerah lumbung ternak nasional. Salah satunya dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada demi kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut dibedah dalam rapat koordinasi upaya khusus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab) bersama stakeholder terkait di Pulau Tegal Mas, Rabu, 18 Desember 2019. Lampung menjadi terbaik kedua capaian upsus siwab tingkat nasional. Dalam kegiatan tersebut juga Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberikan penghargaan capaian upsus siwab untuk kabupaten/kota se-Lampung.

Gubernur mengatakan seluruh potensi yang ada di Lampung harus terus dioptimalkan untuk kejayaan masyarakat. Ke depan perlu meningkatkan koordinasi antarorganisasi terkait baik daerah maupun vertikal. Kabupaten/kota agar bisa menduplikasi program ini dengan dukungan APBD masing-masing dan sapi tidak hanya wajib bunting tapi dipantau sampai beranak/melahirkan. 

"Oleh sebab itu, atas kerja sama yang baik dari semua pihak khususnya kabupaten/kota, visi rakyat Lampung Berjaya benar-benar mampu terwujud," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung, Edi Yanto mengatakan untuk mewujudkan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2019-2024 Rakyat Lampung Berjaya setiap organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk di dalamnya Dinas Perkebunan dan Peternakan harus memiliki program kerja inovasi dan mengacu pada sasaran percepatan pembangunan.

"Peningkatan populasi dan produktivitas ternak dalam upaya menjadikan Lampung sebagai salah satu lumbung ternak nasional. Kemudian meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam penyediaan pangan asal ternak  yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)," katanya.

Kegiatan upsus siwab di Lampung sangat baik. Perkembangannya sejak dimulainya kegiatan dari tahun 2017 sampai saat ini menggembirakan dan telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada 2019 sampai pertengahan Desember 2019 dari target IB 200 ribu ekor, realisasi 293.060 ekor (146,53%), target bunting 140 ribu ekor terealisasi 216.110 ekor (154,36%), dan target lahir 112 ribu ekor terealisasi 113.167 ekor (101,04%). Jadi semua target sudah realisasi lebih dari 100%.

"Melalui kegiatan upsus siwab harapannya Lampung mampu meningkatkan populasi ternak, khususnya ternak sapi potong sehingga menjadi mampu nomor satu khususnya di Pulau Sumatera," katanya. 

Berdasarkan angka sementara data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian tahun 2018 populasi ternak sapi potong Lampung yang mencapai 827.217 ekor menduduki peringkat ketujuh di Indonesia dan peringkat kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara 982.963 ekor, terdapat selisih 155.746 ekor. Kemudian untuk melindungi peternak dari kerugian akibat ternaknya mati atau kehilangan, program asuransi ternak (AUTS/K) yang selama ini sudah berjalan dipandang perlu untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan.

"Dalam jangka panjang kami juga harus mengembangkan pembibitan ternak khususnya ternak sapi untuk meningkatkan populasi dan produktivitasnya baik melalui inseminasi buatan (IB) maupun teknologi reproduksi lainnya, seperti transfer embrio. Ternak sapi hasil transfer embrio ini dapat digunakan di unit pelaksana teknis dinas (UPTD)," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar