#gagalpanen#CUACAEKSTREM

Petani Lampung Gagal Panen akan Dibantu

( kata)
Petani Lampung Gagal Panen akan Dibantu
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi. (Foto: Lampost.co/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan bantuan bagi para petani di Bumi Ruwai Jurai yang mengalami gagal panen atau puso dikarenakan cuaca buruk yang mengakibatkan bencana alam seperti banjir, longsor dan sebagainya. Para petani segera melapor bila terjadi bencana alam yang menimpa sawah atau ladangnya.

Apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada masyarakat Lampung untuk terus berhati-hati menjalankan aktivitasnya karena potensi cuaca buruk bisa saja terjadi. BMKG juga mewarning kepada Kabupaten/Kota untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, mengatakan bahwa para petani diharapkan untuk terus mewaspadai adanya cuaca buruk di Provinsi Lampung. Kemudian ia juga meminta kepada para petani untuk lebih aktif menyampaikan keluhan dan persoalan yang sedang terjadi.

Bila ada petani yang terkena musibah gagal panen atau hal-hal lain karena cuca alam, maka  para petani untuk segera melapor. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi siap memberikan bantuan seperti bibit/benih dan asuransi.

"Di samping asuransi, ada bantuan benih jika puso setelah ada permohonan dari Pemda setempat. Bantuan pangan juga apabila berdampak pada kerawanan pangan sesuai ketentuan," katanya kepada Lampost.co, Minggu, 14 Februari 2021.

Kusnardi menyatakan ketahanan pangan di Provinsi Lampung harus terus dijaga untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Pemerintah Provinsi Lampung juga terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melindungi para petani. Apalagi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sudah meluncurkan Program Kartu Petani Berjaya untuk membantu para petani. 

Sesuai Data BPS Provinsi Lampung, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung Januari 2021 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi & Palawija (NTP-P) (91,62), Hortikultura (NTP-H)(100,95), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (100,40), Peternakan (NTP-Pt) (99,62), Perikanan Tangkap (103,28), dan Perikanan Budidaya (100,56). Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 96,56.

Pada Januari 2021, beberapa subsektor mengalami penurunan indeks, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan,  peternakan, dan perikanan budidaya. Selain itu, pada harga beberapa jenis palawija, beberapa jenis ternak dan unggas, dan beberapa jenis ikan budidaya. Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan tangkap.

Selama Januari 2021, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 45 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG). Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp. 5.400 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan harga gabah terendah mencapai Rp. 4.200 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut sama dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp. 4.200 per kg.

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp. 5.520 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp. 4.275 per kg dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut diatas HPP yaitu Rp. 4.250 per kg. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar