#kedelai#beritalampung

Pemprov Siap Tanam Varietas Kedelai Unggul

( kata)
Pemprov Siap Tanam Varietas Kedelai Unggul
Kedelai. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH)Provinsi Lampung menyiapkan satu dari enam bibit kedelai dari varietas unggulan.

" Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan enam varietas kedelai unggul untuk mempercepat proses penanaman produksi lokal dalam kurun waktu 200 hari ke depan dan salah satunya Lampung akan mendapatkannya," ujar Kepala DKPTPH Kusnardi, Selasa 16 Februari 2021.

Varietas kedelai yang ditanam itu hasil pengembangan unit pengelola benih sumber (UPBS) Balitkabi Kementan. Untuk Lampung terdapat lahan reguler sekitar 12 ribu hektare yang siap ditanami bibit. Proses tanam dilakukan pada Januari, April dan Agustus 2021. Sedangkan waktu panen diperkirakan berlangsung pada April, Juli dan November 2021.

"Proses awalan sudah dilakukan pada Januari dilanjutkan dengan kami evaluasi dulu bibitnya dan perkembangannya, karena semua ada proses bertahap agar hasilkan produk unggulan," katanya.

Sementara pada Februari pihaknya masih melakukan evaluasi dan pengecekan pertumbuhan kedelai di lahan yang ditanami. "Ini baru ada beberapa minggu masih dalam proses evaluasi, semoga hasilnya bagus," katanya.

Dia mengungkapkan untuk tahap awal penanaman dilakukan di Lampung Timur. "Januari lalu sudah melakukan penanaman awal yakni di Lampung Timur dan diharapkan berjalan lancar agar hasilnya bagus dan prosesnya baik dengan produk luar," harapnya.

Ia juga menerangkan, Kementan terus memacu penanaman bibit kedelai dalam rangka peningkatan produksi tanaman kedelai hingga bisa swasembada. Lampung merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi lahan dan petaninya dapat didorong untuk menanam kedelai karena lebih menguntungkan.

Dia menambahkan pihaknya tengah menggenjot produksi kedelai di dalam negeri khususnya Lampung sebagai upaya mengamankan stok pemenuhan kebutuhan konsumsi.

“Kami harapkan produktivitas bisa ditingkatkan, selama ini kuncinya ada di benih. Dengan pengawalan ketat, kami harapkan proses permanen nanti dapat berjalan lancar dengan hasil yang baik," tutup dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar