#ikm

Pemprov Siap Bantu 145 IKM Terdampak Covid-19

( kata)
Pemprov Siap Bantu 145 IKM Terdampak Covid-19
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, Taufik Hidayat.Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan bantuan berupa stimulus bagi 145 industri kecil dan menengah (IKM) yang usahanya terdampak karena pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) di Bumi Ruwai Jurai. Bantuan tersebut diharapkan bisa menopang kebutuhan dan menghidupkan kembali usahanya sehingga roda perekonomiannya bisa terus berjalan.

"Saat ini mereka (IKM) kekurangan modal untuk membayar bahan baku, gaji, dan sebagainya. Mudah-mudahan stimulus ini agar membuat mereka berproduksi lagi," kata Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, Taufik Hidayat usai rapat pembahasan usulan Program Pemberian Bantuan Bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang Terdampak Covid-19 di Lampung Tahun 2020 di Ruang Sakai Sambayan Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 13 Mei 2020.

Dia mengatakan stimulus tersebut berbentuk permodalan. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindak) Lampung akan memberikan kepada IKM Rp20 jutaan. Kemudian di Dinas Koperasi dan UMKM Lampung akan memberikan stimulus kepada usaha mikro kecil Rp800 ribu.

"Untuk mendapatkannya akan ada seleksi. Bantuannya hanya sekali dan bertahap," katanya.

Dia juga mengatakan saat ini IKM banyak yang kesulitan dalam melakukan pemasaran produknya sehingga perlu dibantu. Ia juga mengatakan bantuan tersebut tidak boleh dobel, maka akan ada tim yang melakukan seleksi dan pengawasan dari dinas terkait.

Taufik juga mengajak kabupaten/kota untuk sama-sama tergerak memberikan bantuan terhadap pelaku usaha tersebut. "Kemudian yang paling penting harus bisa mengukur seberapa besar keberhasilan stimulus bagi pelaku IKM melalui evaluasi lanjutan. Kami minta dinas membentuk tim pemantau dan pendampingan agar dana tersebut tidak disalahgunakan untuk kebutuhan lebaran namun harus untuk kegiatan produksi," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar