#pemilu2024#pilgub

Pemprov Revisi Usulan Dana Kebutuhan Pilgub Lampung

( kata)
Pemprov Revisi Usulan Dana Kebutuhan Pilgub Lampung
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Freddy. Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung saat ini masih melakukan revisi atas usulan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dana kebutuhan Pemilihan Gubernur (Pilgub) .

"Kami dengarkan ekspos dimana baik KPU dan Bawaslu mengusulkan untuk kebutuhan Pilgub. Kami minta persentase nanti dibahas dan kami sesuaikan dengan kebutuhan," kata Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Freddy, Rabu, 29 Juni 2022.

Adapun sampai saat ini belum ada keputusan final terkait jumlah dana pilkada yang diusulkan. "Belum sampai final apalagi ketuk palu, karena harus diskusi dulu dengan Tim anggaran pemerintah daerah (TPAD), apalagi pelaksanaan nya 2023-2024," ujar dia.

Menurutnya rincian dari pada pengajuan item-item yang ditentukan untuk pendanaan, belum bisa ditentukan berapa dan apa saja. "Nanti akan ada obrolkan lebih mendalam lagi," ujarnya.

Terkait cost sharing (biaya tambahan) untuk KPU dan Bawaslu memang diharuskan sharing dengan Kabupaten/ kota.
"Karena pelaksanaan pilkada serentak, Pemprov menyetujui agar menjadi beban sama-sama antar provinsi, kabupaten dan kota," katanya.

Apalagi, ia mengatakan jika untuk kesepakatan dari persetujuan dana terusebut harus mengundang kabupaten/kota, tim TAPD dan pemerintah Provinsi Lampung.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung mengusulkan anggaran sebesar Rp681,43 miliar ke Pemprov Lampung untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur Lampung pada 2024 mendatang.

"Memang ada peningkatan anggaran, karena ada beberapa faktor. Pertama ada peningkatan jumlah desa, pada 2018 desa jumlahnya 2.093 desa menjadi 2.640," kata Ketua KPU Lampung Erwan Bustamu beberapa waktu lalu.

Ditambah dengan dampak pandemi Covid-19, ada aturan terkait jumlah pemilih per Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 800 pemilih per TPS menjadi 500 pemilih per TPS.
"Karenanya jumlahnya meningkat dari 12.354 TPS menjadi 17.224 TPS," kata dia.

Sama dengan KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung mengusulkan dana sebesar Rp214,72 miliar ke Pemprov Lampung guna mendukung pengawasan gelaran Pilgub pada 2024 mendatang.

"Jumlah tersebut termasuk didalamnya honorium sebesar Rp118,67 miliar. Sisanya Rp96,05 miliar untuk kebutuhan kegiatan, sosialisasi, pengawasan tahapan, musyawarah penyelesaian sengketa, rapat-rapat, perjalanan dinas dan lainnya," ujar Ketua Bawaslu Fatikhatul Khoiriyah.

Winarko






Berita Terkait



Komentar