#sampah#tpa#beritalampung

Pemprov-Pemkot Harus Bersinergi Atasi Persoalan Sampah

( kata)
Pemprov-Pemkot Harus Bersinergi Atasi Persoalan Sampah
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana akan bersama mengatasi permasalahan sampah di Kota Tapis Berseri, yang juga menjadi salah satu permasalahan hingga saat ini sedang diupayakan untuk dibenahi, termasuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, bahwa pihaknya mendukung Pemprov Lampung untuk segera membangun TPA Regional Lampung, yang sebelumnya sudah direncanakan pembangunannya berada di Register 40 Gedung Wani, ujung Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

"Ya di Bakung kita (Pemkot) tidak bisa beli tanah, jadi saya ngedump sampah, 10 tahun masih kuat lah di bakung, apalagi provinsi mau buat TPA regional artinya membantu mengurangi volume penumpukan sampah di TPA Bakung," kata Wali Kota Herman HN, beberapa waktu lalu.

Program pengurangan sampah juga dilakukan Pemkot dengan adanya pengolahan sampah plastik. Yang mana nantinya plastik masih dalam kondisi bagus dan layak pakai akan diolah kemudian dipakai kembali.

"Kedepan di TPA Bakung itu nantinya ada pengolahan khusus sampah plastik, jadi bagimana plastik itu dicuci kemudian ditawarkan kepada siapa yang mau membelinya. Karena di Bakung itu ada beberapa juta ton sampah plastik terurai," ungkap Herman HN.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sahriwansah menjelaskan jika untuk sementara ini sampai dengan tahun 2020 mendatang, Pemkot Bandar Lampung belum merencanakan adanya penambahan lahan untuk TPA Bakung. Kini sedang menunggu adanya program TPA regional diatas lahan milik Pemrov Lampung.

"Untuk sementara ini kita tidak ada, tahun depan juga tidak nggak ada pembebasan tanah. Kita sudah ada wancana dari Gubernur yang akan membangun TPA regional. Jadi sementara kita liat dulu ini, biar semuanya berjalan dulu," jelasnya.

Disamping itu, di Bakung akan dibangun pengolahan tinja dengan dana dari Kementerian sebesar Rp2 miliar. Dan IPL untuk pengolahan air limbah dari Dinas PU Kota Bandar Lampung yang diperkirakan senilai Rp5 miliar, serta UPD yang membangun pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.

"Insya Allah, tahun depan bisa berjalan dengan baik. Anggarannya dari Kementrian, namun pelaksanaanteknisnya Dinas PU. Dan untuk tahap perencanaan itu kita lagi menyusun masterplannya," ungkapnya.

Anggota DPRD Lampung Dapil I Bandar Lampung Fauzan Sibron mengungkapkan bahwa pihaknya menyerahkan wewenang kepada Pemkot Bandar Lampung jika akan melakukan perluasan wilayah di TPA Bakung. Namun untuk pihaknya akan mendorong Pemprov untuk segera merealisasikan TPA Regional tersebut.

"Perluasan lahan di TPA bakung itu kewenangan Pemkot. Kalau kami tentunya akan mendorong Pemprov bersama Pemkot dan Pemkab membuat TPA regional. Ini akan kami kaji dan sampaikan kepada pemprov mudah mudahan ini bisa kami laksanakan dan terwujud," pungkas Fauzan.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar