#pendidikan#sekolahtatapmuka

Pemprov Lampung Siap Menindaklanjuti Kebijakan Sekolah Tatap Muka

( kata)
Pemprov Lampung Siap Menindaklanjuti Kebijakan Sekolah Tatap Muka
Foto ilustrasi. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung menyambut hangat kebijakan Pemerintah Pusat mengenai pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Pemprov siap menindaklanjuti kebijakan dengan mengeluarkan surat edaran dan menggelar simulasi.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Sulpakar mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membahas wilayah yang bisa menggelar pembelajaran tatap muka. Berdasarkan arahan pusat, penetapan zona dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19 di tingkat kecamatan.

”Dari adanya arahan pembelajaran tatap muka, daerah menyambut baik kebijakan ini karena secara umum orangtua siswa sudah menginginkan proses belajar tatap muka,” ujar Sulpakar kepada Lampost.co, Jumat, 20 November 2020.

Berita terkait: Mendikbud Menegaskan Pembukaan Sekolah Bukan Tatap Muka Normal

Sulpakar mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan dari orangtua terkait pembelajaran daring. Banyak persoalan yang terjadi seperti kendala sinyal internet, pencapaian materi pembelajaran juga tidak optimal. Selain itu, siswa juga tidak mendapatkan nilai-nilai karakter dari pembelajaran di sekolah.

"Anak butuh sosok guru yang secara langsung memberikan contoh, menerangkan langsung dan memang akan lebih menyerap pelajaran jika langsung," katanya.

Pemprov Lampung pun segera mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan pembelajaran tatap muka. Hal itu agar pemerintah kabupaten/kota bisa segera menyiapkan sarana untuk memulai pembelajaran tatap muka.

Adapun nantinya pada tahap awal, pembelajaran tatap muka akan mulai digelar di sejumlah kabupaten yang berstatus zona kuning. Namun, untuk pembukaan sekolah di wilayah zona oranye atau merah dilakukan dengan mempertimbangkan penularan Covid-19 di tingkat kecamatan. Jika jumlah kasus Covid-19 sedikit, wilayah itu juga memungkinkan memulai pembelajaran tatap muka.

Ia memaparkan saat ini dari 15 kabupaten/kota di Lampung, terdapat dua daerah berstatus zona merah Covid-19, yakni Bandar Lampung dan Pesawaran. Sementara itu, tujuh daerah berstatus zona oranye, yakni Lampung Tengah, Way Kanan, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Metro.

Adapun enam kabupaten lainnya berstatus zona kuning, yakni Mesuji, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

Sulpakar melanjutkan sekolah di Lampung sebenarnya sudah memiliki fasilitas terkait protokol kesehatan Covid-19. Selain alat pengukur suhu tubuh, setiap sekolah sudah dilengkapi dengan sarana alat mencuci tangan. Siswa juga diwajibkan memakai masker selama proses belajar.

"Namun, pemerintah juga masih akan menunggu arahan lanjutan dari Pemerintah Pusat terkait protokol kesehatan dan pembatasan jumlah siswa di sekolah. Jika sudah ada arahan, pemerintah daerah siap menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar