#LAMPUNG

Pemprov Lampung Awasi Peredaran MinyaKita

( kata)
Pemprov Lampung Awasi Peredaran MinyaKita
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan mngawasi peredaran MinyaKita di pasaran. Hal itu terkait beredarnya MinyaKita dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kemarin sudah dirapatkan satgas pangan aka n mengawasi itu (peredaran MinyaKita)," ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi, di sela kegiatan rapat kerja Forum Investasi Lampung (Foila), di kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Rabu, 25 Januari 2023.

Dia mengatakan keberadaan MinyaKita merupakan upaya Pemerintah untuk pemenuhan minyak goreng (migor) dalam negeri.  "Kalau ada masalah (harga) laporkan saja nanti kami teruskan ke satgas pangan, ditelusuri permasalahannya di mana," kata dia.

Menurutnya, dalam penanganan persoalan ini harus dilihat dahulu pokok permasalahannya. Jika terdapat kesalahan maka diperbaiki.  Namun bila faktor pelanggaran hukum maka diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

"Tapi jika ada faktor lain yang menghambat distribusi ya diperbaiki dan ini terus diawasi oleh dinas terkait," kata dia.

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil II melakukan pemantauan harga serta ketersediaan minyak goreng merek MinyaKita dan minyak goreng curah di Provinsi Lampung.

Berdasarkan pemantauan, rata-rata harga minyak goreng kemasan merek MinyaKita berada dikisaran harga Rp15.500,00 per liter hingga Rp 16.000,00 per liter atau di atas HET Rp14.000,00 per liter untuk minyak goreng rakyat dalam bentuk kemasan sesuai dengan Permendag Nomor 49 Tahun 2022.

KPPU Kanwil II akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi pasar minyak goreng baik curah, kemasan maupun minyak goreng merek MinyaKita sekaligus mencermati perilaku pelaku usaha yang berpotensi melanggar UU No. 5 Tahun 1999.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar