covid-19bandarlampung

Pemprov Kurangi Petugas Posko Satgas Covid-19

( kata)
Pemprov Kurangi Petugas Posko Satgas Covid-19
FOTO: Efisiensi dan efektivitas fungsi Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Jumat, 3 Juli 2020. Lampost/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan efisiensi fungsi Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung. Hal tersebut mengingat kurva kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Ruwai Jurai mulai terkendali.

Ketua Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung sekaligus Assisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Irwan S Marpaung mengatakan bahwa pihaknya mengurangi personel yang bertugas di Posko Satgas Terpadu Provinsi Lampung karena melihat situasi saat ini yang mulai terkendali. Meskipun begitu, ketika kedepan ada lonjakan kasus maka personil segera ditambahkan lagi.

"Kita kurangi personelnya di posko. Sembari kita melihat perkembangan berikutnya dari data Covid-19 yang terjadi di Lampung," katanya disela memimpin rapat di Ruang Rapat Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Lampung, Balai Keratun, Jumat, 3 Juli 2020.

Kemudian ia menegaskan bahwa Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Lampung tidak dibubarkan hanya di efisiensi dan efektivitas fungsinya. Karena Posko Gugus Tugas Covid-19 di Pusat juga masih ada dan belum ada informasi atau berita untuk posko dibubarkan. Oleh sebab itu personil yang masih ditugaskan diposko tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Ia mengatakan sebelumya personil yang standby diposko yakni 25 orang tim sekretariatan dan 53 orang Tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang terdiri dari unsur TNI 2 regu, POLRI 2 regu dan Satpol PP 1 regu serta didampingi oleh 2 orang Perwira Pertama atau Letnan Dua (Letda) dari TNI, 2 orang Perwira Pertama atau Inspektur Polisi Dua (Ipda). Saat ini Tim URC hanya 14 orang yang terdiri dari 6 personil TNI dan 6 orang personil POLRI ditambah 1 pesonil Perwira Pertama TNI dan 1 personil Perwira Pertama Polri.

Sementara, untuk kesekretariatan, awalnya 25 petugas dari  Biro Umum Pemerintah Provinsi Lampung, Bappeda Lampung, Badan Satpol PP Lampung, Badan Kesbangpol Lampung, Dinas Sosial Lampung, Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Lampung, Dinas Kesehatan Lampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung, dan TNI/Polri. Namun, saat ini hanya 16 orang personel.

"Mulai besok dibatasi, hanya beberapa OPD saja yakni Dinas Kesehatan, Kesbangpol, BPBD, Satpol-PP, dan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dari unsur TNI/POLRI," katanya.

Ia juga berpesan kedepan Tim URC nantinya hanya disiapkan 6 orang personil TNI dan 6 orang personil POLRI. Kemudian tim tersebut bertugas secara bergantian misalnya bila hari ini TNI, maka esok hari POLRI, bila esok POLRI maka keesokan harinya TNI dan seterusnya. Kemudian masing-masing TNI/POLRI yang bertugas tersebut ditambah 1 orang Perwira Pertama.

"Kalau kedepan situasinya ada peningkatan maka kita tetap standby dan siap untuk diterjunkan kembali," katanya. 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar