#KEDELAI#BERITALAMPUNG

Pemprov Jamin Harga dan Ketersediaan Kedelai di Lampung Aman

( kata)
Pemprov Jamin Harga dan Ketersediaan Kedelai di Lampung Aman
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Ummi Hani -- Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung menjamin ketersedian stok dan harga kedelai di Lampung aman bagi pengusaha kedelai, tempe, tahu, dan sebagainya. Masyarakat juga diminta untuk tidak panik ketika mendengar harga kedelai di dunia naik. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Ummi Hani. Ia mengatakan harga kedelai naik karena tingginya permintaan dari negara-negara dunia dan sebagaimana kekhasan produk-produk pertanian yang harus menunggu waktu panen sebab stoknya banyak melimpah.

"Terkait ketersediaan stok secara nasional relatif aman, demikian juga untuk Lampung. Kami akan terus melakukan monitoring, baik harga maupun ketersediaan para pengrajin tempe/tahu," katanya melalui telepon, Minggu, 6 Juni 2021.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, 2 Juni 2021 tertera nilai tukar petani (NTP) di Lampung naik 1,21%. NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani, dan melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. Pada Mei 2021, subsektor padi dan palawija mengalami kenaikan 2,38%.

"Untuk menjaga harga kedelai, sektor pertanian harus dapat mengembangkan kedelai lokal sebagai bahan baku tempe/tahu," ujar Elvira.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, menegaskan, pemerintah memastikan ketersediaan bahan baku tempe dan tahu di dalam negeri. Dengan kondisi harga kedelai saat ini, maka harga tempe akan mengalami penyesuaian menembus harga Rp17.000/kg dari sebelumnya Rp16.000/kg. Sedangkan harga tahu juga menembus harga Rp700/potong dari sebelumnya Rp650/potong. Pihaknya mengimbau kepada para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara rutin kepada pengusaha tahu dan tempe. Ia juga meminta kepada anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota seluruh Indonesia agar harga kedelai terjangkau.


Penyesuaian harga tahu dan tempe ini diharapkan tetap memberikan gairah bagi pengrajin untuk terus berproduksi di tengah tingginya harga kedelai dunia. Sehingga tahu dan tempe selalu tersedia di masyarakat sebagai pilihan sumber protein dengan harga terjangkau. 
 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar