#Pertanian

Pemprov Jadikan Tiga Wilayah di Lampung sebagai Food Estate Dataran Tinggi

( kata)
Pemprov Jadikan Tiga Wilayah di Lampung sebagai <i>Food Estate</i> Dataran Tinggi
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin rapat terkait pengembangan perkebunan dataran tinggi, peternakan dan infrastruktur didataran tinggi di Mahan Agung, Rabu, 10 Februari 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memantapkan kawasan Tanggamus, Pesisir Barat (Pesibar), dan Lampung Barat (Lambar) menjadi destinasi untuk pengembangan food estate dataran tinggi di Bumi Ruwai Jurai. Food estate merupakan program jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, perternakan, dan sebagainya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, gagasan ini  merupakan tindak lanjut dari arahan Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut B. Pandjaitan yang meminta pengembangan pada sektor pertanian, khususnya sektor hortikultura. Pemprov diminta mengidentifikasi calon lokasi pengembangan pertanian dan perkebunan pada wilayah dengan topografi berada pada ketinggian 800-1200 meter di atas permukaan laut.

"Potensi Lampung luar biasa sebagai lumbung pangan, lumbung ternak, dan lumbung pertanian. Pengembangan wilayah dengan topografi berada pada ketinggian 800-1200 meter di atas permukaan laut, seperti di Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Barat, dan Kabupaten Pesisir Barat. Kita akan laporkan juga kepada Menteri potensi kita," kata Gubernur di Mahan Agung, Rabu, 10 Februari 2021.

Setelah tim yang terdiri Asisten II Setda Provinsi Lampung Edi Yanto, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung  Achmad Chrisna Putra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan & Hortikultura Lampung Kusnardi, Kepala Dinas Peternakan & Keswan Lampung Lili Mawarti, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Biro Perekonomian, Bappeda serta jajarannya melakukan kunjungan di daerah tersebut, maka laporan akan disusun kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Potensi ini harus dikonsep rapi dan digarap serius. Sehingga para investor tertarik dan ekonomi bangkit sehingga rakyat Lampung menjadi berjaya," kata Arinal.

Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Edi Yanto menambahkan pihaknya melakukan peninjauan lokasi pengembangan perkebunan dataran tinggi, peternakan dan infrastruktur diwilayah tersebut. Potensi wilayah tersebut dilakukan klasifikasi secara komprehensip mulai dari hulu sampai kehilir sampai pemasarannya.

Provinsi Lampung, kata dia, memiliki potensi sektor pertanian yang luar biasa. Salah satunya adalah sektor hortikultura dan perkebunan, antara lain bawang putih, merah, cabai, sayuran, pisang, alpukat, kopi, dan lada.

"Tanggamus banyak kopi dan lada. Di Pesisir Barat kita memiliki sapi krui yang bisa terus dikembangkan. Kemudian di Lampung Barat peninjauan Sekolah Kopi dan Perkebunan Kopi," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar