#beritalampung#beritalampungterkini#penyakitmulutdankuku#pmk#lampunglumbungternak

Pemprov Fokus Tangani PMK Jaga Lampung Lumbung Ternak Nasional

( kata)
Pemprov Fokus Tangani PMK Jaga Lampung Lumbung Ternak Nasional
Sekretaris Fahrizal Darminto saat monitoring evaluasi terkait PMK Lampung di Hotel Sheraton Bandar Lampung, Rabu, 26 Oktober 2022. Dok Adpim


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung fokus dalam penanganan penyakit mulut kuku (PMK) yang sempat terjadi di Lampung. PMK menjadi tantangan dalam menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak nasional.

Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan hal itu saat monitoring evaluasi terkait PMK Lampung di Hotel Sheraton Bandar Lampung, Rabu, 26 Oktober 2022. Menurut dia, PMK menjadi tantangan pembangunan di bidang peternakan dan kesehatan hewan untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak nasional. Program utamanya meningkatkan produksi daging melalui peningkatan populasi ternak.

Baca juga: Pemprov Lampung Siapkan Strategi agar Distribusi BBM Bersubsidi Tepat Sasaran 

"Tujuan pembangunan peternakan Lampung untuk menjadi salah satu lumbung ternak nasional menghadapi tantangan dengan adanya wabah PMK, di mana Lampung termasuk daerah yang terdampak," ujar Fahrizal.

Menurut dia, PMK yang menjadi tantangan tersebut dirasa perlu untuk melakukan upaya-upaya penanganannya. "Pemprov Lampung telah melakukan upaya-upaya penanganan untuk menekan kasus PMK tersebut," katanya

Sekprov menyebutkan Lampung bersama dengan 15 kabupaten/kota juga telah bekerja keras untuk mencapai zero case (kasus 0) dengan melaksanakan langkah-langkah penanganan teknis secara menyeluruh.

"Seperti pengobatan hewan ternak yang sakit, pengetatan lalu lintas ternak, peningkatan biosecurity dengan desinfeksi kandang serta KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) pada masyarakat mengenai PMK. Termasuk melaksanakan potong paksa untuk menekan penyebaran penyakit dan mempercepat zero case," ujarnya.

Sebagai bentuk upaya penanganan PMK saat ini, Pemprov Lampung sedang menjalankan Program Vaksinasi pada hewan dan sapi di seluruh kabupaten/kota. Kemudian, mendistribusikan ke kabupaten/kota 458 ribu dosis dan 50 ribu dosis masih sebagai depo di provinsi, dengan realisasi vaksinasi sampai dengan 25 Oktober 2022 326.206 (64%) dari yang sudah didistribusikan. "Sisanya 131.794 dosis yang belum terealisasi," katanya.

Dia juga mengumumkan upaya-upaya penanganan yang sudah dilakukan tersebut membuahkan hasil positif. "Langkah-langkah teknis itu saat ini memberikan hasil dengan 12 kabupaten/kota mencapai zero case, yaitu Tulangbawang Barat, Mesuji, Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Metro, Bandar Lampung, Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Tengah dan Pesisir Barat," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar