#narkoba#ganja#Sabu

Pemprov Dukung Pemetaan Potensi Daerah Rawan Narkoba

( kata)
Pemprov Dukung Pemetaan Potensi Daerah Rawan Narkoba
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima Audiensi Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Pol. Jafrie, di Mahan Agung, Kamis, 4 Februari 2020. Dok ADPIM


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung bersinergi untuk memberantas peredaran narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang lainnya (narkoba) di Bumi Ruwai Jurai.

BNN telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : SE/4/KA/PM.01/2020/BNN tentang penyelenggaraan pemberdayaan alternatif di kawasan rawan narkoba pada 2020-2024. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Heru Winarko pada 14 Januari 2020.

Di Lampung, yang menjadi kawasan di intervensi BNN tahun 2020 meliputi Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang di Kota Bandar Lampung, dan Desa Merak Batin Kecamatan Natar di Lampung Selatan.

Kemudian kawasan yang diintervensi BNN tahun 2021 meliputi Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung, Kelurahan Perumnas Way Halim Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung, dan Kampung Negeri Baru Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan.

Selanjutnya kawasan yang diintervensi BNN tahun 2022 meliputi Kelurahan Gedong Pakuon Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung, Kelurahan Sukajaya Baru Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung, Kelurahan Beringin Raya Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung, Kelurahan Penengahan Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung, Desa Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan dan Kelurahan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan.

Kemudian kawasan yang diintervensi BNN tahun 2023 meliputi Kelurahan Kaliawi Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung, Kelurahan Pasir Gintung Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung, Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung, Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, Desa Maringgai Kecamatan Pelabuhan Meringgai Kabupaten Lampung Timur dan Kampung Banjar Agung Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan.

Lalu kawasan yang diintervensi BNN tahun 2024 meliputi Kelurahan Jagabaya II Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung, Kelurahan Negeri Olok Gading Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung, Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung, Desa Wiralaga I dan Desa Wiralaga II Kabupaten Mesuji, serta Kampung Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung penuh Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melawan penyalahgunaan narkotika di kalangan aparatur pada instansi pemerintah. Arinal juga siap membantu pendanaan BNN dalam Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Sinergitas kerja sama yang dilakukan oleh Pemprov Lampung dengan BNN dalam pelaksanaan program P4GN sangatlah diperlukan. Hal ini dibutuhkan supaya program-program yang telah disusun mampu berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” kata Arinal saat menerima Audiensi Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Pol. Jafrie, di Mahan Agung, Kamis, 4 Februari 2020.

Sementara itu, Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol. Jafriedi mengatakan di bawah kepempimpinannya BNN siap menjadikan Provinsi Lampung Bersinar (Bersih dari Narkoba). “Kami mohon dukungan penuh dari Gubernur Arinal dalam memberantas 24 daerah yang rawan narkoba, 9 daerah bahaya, 9 daerah waspada, dan 6 daerah siaga yang ada di Provinsi Lampung ini,” kata Jafriedi. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar