#PMK#vaksinternak

Lampung Minta Tambahan Vaksin Ternak

( kata)
Lampung Minta Tambahan Vaksin Ternak
Dokter hewan bersiap memberikan suntikan vaksin kepada ternak sapi. ANTARA/Ampelsa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lampung tak pernah bosan meminta tambahan dosis vaksin ternak. Permintaan dilakukan dengan sering bersurat kepada Kementerian Pertanian.

"Bapak Gubernur terus meminta penambahan doais vaksin kepada Menteri Pertanian," kata Kepala Disnakkeswan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, Selasa, 5 Juli 2022.

Tambahan vaksin ternak mendesak. Menurut Lili Mawarti, saat ini ada 925.579 ternak sapi yang membutuhkan suntikan vaksin dosis pertama.

"Tapi memang tahap pertama Lampung baru mendapatkan 37.000 dosis. Kita semua tahu Kementan harus menyalurkan ke semua daerah di Indonesia," ujar Lili Mawarti.

Baca Juga : 1.000 Vaksin PMK di Pesawaran Fokus Disebar ke 2 Kecamatan

Lampung masih membutuhkan 888.579 dosis vaksin lagi. Kementan, tambah Lili Mawarti, benjanji tambahan vaksin akan dikirim bertahap. "Kementan masih impor vaksinnya, jadi belum bisa dipenuhi full," terang Lili Mawarti.

Sementara untuk yang sudah terpakai, dari 37 ribu dosis vaksin, hingga Senin, 4 Juli 2022 sebanyak 79,3% sudah disuntikkan ke hewan ternak. Sehingga masih ada sekitar 20,7% yang belum tersalurkan. "Ini kita dorong sebelum perayaan lebaran kurban, sudah 100%," katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat mendatsngi Provinsi Lampung mengatakan saat ini pihaknya memprioritaskan daerah yang mengalami kasus penyakit mulut kuku (PMK) terbanyak.

Apalagi, saat ini Indonesia masih menyediaka vaksin PMK melalui impor atau negara lain. Namun, hal ini akan seera terbantu karena pihaknya akan menciptakan vaksin dalam negeri yang asti akan tersalurkan di seluruh Indonesia.

"Semua butuh proses, termasuk penyaluran kita prioritas kan dulu yang daerahnya paling banyak terjangkit. Tapi pasti seluruh Provinsi segera terpenuhi karena kita akan produksi vaksin sendiri," kata Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar