#Pemprov#Drainase#Rigid#Ryacudu

Pemprov Bangun Drainase dan Rigid Ryacudu Maret

( kata)
Pemprov Bangun Drainase dan Rigid Ryacudu Maret
Kepala DBMBK Lampung Mulyadi Irsan dan jajaran saat memaparkan konsep dan perencanaan pembangunan drainase sert rigid Jalan Ryacudu, Jumat.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Lampung akan membangun drainase di sepanjang ruang Jalan Ryacudu, Korpri, Sukarame, Bandar Lampung pada 2020 ini. Proyek senilai Rp22 miliar itu ditarget dikerjakan pada akhir Maret mendatang.

Kepala Dinas DBMBK Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan pembangunan drainase total di sepanjang Jalan Ryacudu ini merupakan salahsatu program Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Menjadikan sepanjang Jalan Ryacudu sebagai salahsatu wajah Sai Bumi Ruw Jurai.

Hal ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat soal genangan air di sejumlah titik ruas Jalan Ryacudu. "Ketika menangani harus cari akar masalahnya. Semua masyarakat tau bila daerah itu dulu sawah ditimbun. Setelah kami pelajari rupanya drainase gak ada di situ."

"Ada beberapa spot di Ryacudu itu lekukan. Harus ditangani secara utuh. Kalau drainasenya tidak ditangani secara utuh samimawun akan terjadi lagi genangan," ujar Mulyadi Irsan kepada wartawan di kantornya, Jumat, 10 Januari 2020. Turut mendampingi Kepala Bidang Perencanaan DBM-BK Taufiqullah dan jajaran serta pihak konsultan.

Sementara terkait keluhan jalan berlubang, Mulyadi mengatakan bersamaan dengan pembangunan drainase akan dilakukan pembangunan jalan rigid beton. "Total panjang Jalan Ryacudu kan 3,3 km. Pada 2019 kan sudah 1 km kiri kanan. Pada 2020 ini 1 km kita bangun 1 km lagi dan pembangunan drainase total," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat bersabar lantaran keterbatasan anggaran pemprov. Ia menarget 2021 ruas Jalan Ryacudu terbangun rigid secara total. "Kita punya 1.700 Km panjang jalan provinsi. Kalau mau ditumpahin di situ semua, nanti Tanggamus, Way Kanan, Tuba menjerit. Tapi itu akan kita optimalkan mungkin tiga tahun selesai," kata mantan kepala dinas perindustrian Lampung itu.

Lebih lanjut, Mulyadi Irsan menerangkan untuk drainase akan dibangun dengan tipe berbeda. Mulai dari tipe 80 dengan plat dekker di STA 0-Pulau Damar. Lalu tipe 100 dan 120 box culvert. "Intinya semua spot harus dibenahi. Nanti air dari drainase dialirkan ke embung Korpri dan saluran tersier sungai. Karena khawatir kalau hanya mengandalkan embung tidak mampu menampung debit air," jelas dia.

Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan memastikan sesuai arahan Gubernur, bila Jalan Ryacudu akan menjadi wajah Lampung. Dengan begitu, ruas jalan ini akan dipercantik dengan kualitas konstruksi yang baik. "Ini akan kita optimalkan."

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar