#viruskorona#penyakit

Pemprov Antisipasi Penyebaran Virus Korona

( kata)
Pemprov Antisipasi Penyebaran Virus Korona
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi bersama jajaran memantau ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Virus korona yang ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, Desember lalu, menggemparkan dunia karena benyak menimbulkan korban jiwa dan belum ditemukan obat penangkalnya. Penyebaran virus yang diduga berasal dari hewan liar itu terjadi dengan cepat karena gejala yang ditimbulkan virus pada penderita muncul agak lama setelah penderita terjangkit. 

Situasi itu membuat Pemerintah Provinsi Lampung merespons cepat hal tersebut. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana dan jajarannya memantau Bandara Raden Inten II untuk pemasangan alat pendeteksi penyakit dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk melihat ruang isolasi. Gubernur beserta jajaran juga melihat pemasangan alat pendeteksi di Pelabuhan Bakauheni.

Gubernur mengatakan Bumi Ruwai Jurai perlu mendapatkan perhatian. Dia mengatakan rumah sakit juga siap sedia dan melakukan berbagai upaya mengenai fenomena virus yang terjadi. Ada 5 kamar isolasi dan beberapa peralatan yang disiapkan untuk menangani virus berbahaya tersebut.

"Saya berharap di Lampung tidak ada yang terkena virus korona. Oleh karena itu, kami lakukan antisipasi-antisipasi," katanya usai melakukan kunjungan di ruang isolasi RSUDAM.

Dia mengingatkan semua pihak baik provinsi maupun kabupaten/kota harus berkoordinasi untuk melakukan pencegahan-pencegahan. Ia juga mengatakan rumah sakit dan Dinas Kesehatan serta pelabuhan dan bandara harus terus melakukan koordinasi. Begitu pun bila ada turis atau pendatang yang masuk, akan terdeteksi oleh timnya.

"Kalau turis tidak ada gangguan (mengidap virus), tidak ada alasan kami melarang masuk. Oleh karena itu, alat deteksi di bandara dan pelabuhan dipasang. Kalau ada orang lewat terus alatnya bunyi dan ketika disentuh orang tersebut panas, kami amankan orang itu. Saya minta rumah sakit dan dinas dalam 3 bulan ini siang malam bekerja ekstra," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar