korona,wabahcovid-19

Pemprov Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang

( kata)
Pemprov Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang
Foto: Gubenur Lampung Arinal Djunaidi, Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Aryanto, Korem Gatam Lampung Kol. Inf. Toto Jumaryono dan jajaran saat virtual Antisipasi Penyebaran Covid-19 saat libur panjang.


 

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Liburan panjang akhir bulan oktober 2020 ini menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi saat ini pandemi covid-19 masih berlangsung, oleh sebab itu gelombang ledakan liburan ini harus diantisipasi secara bersama-sama agar tidak terjadi peningkatan penularan covid-19 kepada masyarakat. Provinsi Lampung sebagai pintu masuk Sumatera juga siap melakukan langkah-langkah penanganan.

Hal tersebut yang dibedah dalam ketika Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengikuti Rapat Koordinasi secara virtual Antisipasi Penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020 bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Kamis, 22 Oktober 2020. 

Libur panjang akhir Oktober 2020 ini, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) tentang Hari Libur dan Cuti Bersama tahun 2020. Hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020. Sedangkan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad ditetapkan pada Rabu, 28 Oktober 2020 dan Jumat, 30 Oktober 2020. Kemudian, dilanjutkan dengan  akhir pekan Sabtu-Minggu. 

Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud MD menyampaikan bahwa bangsa Indonesia akan menghadapi libur panjang pada akhir Oktober 2020 dalam rangka memperingati Hari Maulid Nabi, ditambah dengan hari libur di akhir pekan. Saat libur panjang ini dikhawatirkan terjadi kerawanan-kerawanan yang harus diantisipasi, yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok Pemerintah.

"Penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan. Karena akan terjadi penumpukan orang yang berpotensi terjadinya penularan, misalnya transportasi umum, tempat umum, tempat rekreasi, dan juga acara reunian," kata Mahfud MD.

Libur panjang tersebut diharapkan tidak terjadi kluster-kluster baru covid-19. Oleh seban itu antisipasi harus dilakukan oleh semua pihak. Kemudian ia mengatakan ketika peringatan Maulid Nabi masyarakat dihimbau untuk menghindari kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan, serta mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi. Selain itu Forkopimda dan seluruh jajaran saling berkoordinasi dalam rangka mengantisipasi libur panjang akhir Oktober 2020.

Kepala BNPB RI, Doni Monardo mengatakan libur panjang akhir Oktober 2020 ini harus diantisipasi. Jangan sampai kendor dan lengah, mengingat upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 telah dilakukan dengan baik. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan liburan di rumah saja dan melakukan hal-hal positif dan bahagia. "Liburan tidak harus ke Luar Kota, tetapi bisa dirumah saja dan melakukan hal positif dan bahagia," katanya.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa ada dua hal yang perlu diantisipasi. Pertama antisipasi kemacetan dan antisipasi penularan Covid-19.Terkait antisipasi kemacetan, pihaknya meminta agar para Gubernur, dan Polri, bersama instansi terkait melakukan konsolidasi dan pengamatan daerah, seperti Pelabuhan Merak-Bakauheni, dan Bandara. Diperkirakan puncak kemacetan terjadi pada malam 27-28 Oktober. "Dishub melakukan pengecekan bersama di tempat-tempat transportasi umum, dan ingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan bahwa jajarannya terus bersiap untuk melakukan antisipasi-antisipasi pencegahan pandemi covid-19 secara melekat. Peran serta Satuan Tugas Penanganan Covid-19 gabungan dari TNI/Polri dan Satpol PP terus melakukan pengawasan dan penindakan. Masyarakat juga diminta untuk sadar akan bahaya covid-19.

"Pemeriksaan kesehatan pencegahan covid-19 di rest area jalan tol, pintu masuk, kawasan wisata terus dioptimalkan. Intinya protokol kesehatan jangan di abaikan," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar