#viruscorona#lampung

Pempov Wajibkan Pemudik Karantina Mandiri 14 Hari

( kata)
Pempov Wajibkan Pemudik Karantina Mandiri 14 Hari
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah mengeluarkan instruksi pelarangan mudik untuk membendung penyebaran Covid-19. Namun, di Lampung masih banyak pemudik yang dating dan pergi. Akibatnya, jalan raya mulai dipenuhi kendaraan pemudik dengan pelat nomor dari luar daerah.  Oleh sebab itu, perlu pengawasan khusus, yakni kewajiban memeriksa kesehatan dan isolasi mandiri di rumah bagi pemudik. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Lampung, Reihana mengatakan bahwa banyak masyarakat yang berasal dari zona merah penyebaran Covid-19 masuk ke Lampung.

Maka, pihaknya mewajibkan kepada pemudik yang terlanjur sudah sampai di kampung halamannya untuk melapor kepada aparat setempat dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

"Untuk yang sudah tiba di Lampung, kami menghimbau untuk karantina mandiri di rumah sampai dengan 14 hari kedepan. Semoga ini dipatuhi oleh para pendatang kalau memang sayang pada keluarga," kata Reihana, Minggu, 29 Maret 2020.

Reihana juga mengatakan bahwa Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi sudah berkoordinasi dengan PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk terus menjaga pelabuhan bakauheni yang merupakan pintu masuk Pulau Sumatera. "Insyaa Allah yang sudah direncanakan berjalan dengan baik," katanya.

Iamenjelaskan, tim gugus tugas mencatat dan mengawasi orang yang datang dari luar Lampung. Melalui sistem yang sudah direncanakan bekerja sama dengan ASDP Merak-Bakauheni. Dimana, semua penumpang dilengkapi identitasnya, bahkan nomor ponselnya.

Kapten kapal akan membawa lembaran notifikasi penumpang lengkap yang merupakan salah satu syarat untuk boleh berlayar kembali menuju Merak setelah menyerahkan notifikasi penumpang kepada petugas KKP.

"Petugas KKP akan mengirim notifikasi penumpang kepada Dinkes Provinsi dan diteruskan ke Dinkes Kabupaten/Kota. Petugas surveillance akan mengambil data penumpang yang beralamat di wilayah masing-masing yang tetap dipantau oleh Dinkes Provinsi. Penumpang yang sudah ada by name by Adres di beri keharusan untuk karantina mandiri selama 14 hari," tutupnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar