#WayDadiBaru#Banjir

Pemkot Respon Cepat Masalah Banjir Waydadi Baru

( kata)
Pemkot Respon Cepat Masalah Banjir Waydadi Baru
Sejumlah pekerja membersihan drainase yang mengalami pendangkalan di Jalan Nusa Indah 5, Waydadi Baru, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu, 9 Januari 2021. (Eka Setiawan/Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bidang PSDA Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung merespon cepat persoalan banjir yang menimpa warga Kelurahan Waydadi Baru, Kecamatan Sukarame. Drainase permukiman setempat mulai dibersihkan.

Puluhan pekerja menormalisasi drainase wilayah yang terdampak banjir itu. Mereka bekerja di sepanjang Jalan Nusa Indah, Nusa Indah 5, Nusa Indah 7 terus hingga Jalan Rafflesia dan sekitarnya.

Mereka membersihkan sejumlah titik saluran air yang mengalami pendangkalan sejak Jumat, 8 Januari 2021 pagi. Berdasarkan pantauan Lampost.co, bersih bersih selokan masih berlangsung hingga Sabtu, 9 Januari 2021.

Aksi mereka itu merupakan respon Pemkot Bandar Lampung atas keluhan warga setempat. Warga Waydadi Baru cemas lantaran bencana banjir acapkali terjadi setiap hujan dalam dua tahun terakhir.

"Kami mengucapkan terimakasih atas respon cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung, dalam hal ini Dinas PU," ungkap Wanto, warga Jalan Nusa Indah 7, Waydadi Baru, Sukarame, Bandar Lampung diamini warga lainnya, Sabtu, 9 Januari 2021.

Langkah cepat ini menurutnya patut diapresiasi. Meski memang solusi ini belum permanen. Warga berharap Pemkot dapat membangun drainase dengan kelebaran dan kedalaman yang ideal untuk mencegah luapan air akibat debit dan volume air yang berlebih.

"Kalau perlu disusun perencanaan yang matang untuk pembangunan sistem drainase dan embung sebagai solusi jangka panjang. Mengingat Waydadi Baru merupakan dataran rendah yang langganan banjir. Kita yakin Pemkot akan merespon ini mengingat sudah menjadi kebutuhan mendesak," ungkap warga lainnya.

Apalagi Kelurahan Korpri dan Waydadi Baru kini menjadi wajah Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung sebagai perlintasan keluar masuk tol dalam kota. "Kita juga berharap Pemprov bersinergi dengan membuat drainase di sepanjang Jalan Ryacudu (jalur dua Korpri) yang rigidnya sudah baik, tapi belum membangun drainase. Karena akibat pekerjaan rigid tanpa drainase membuat pemukiman warga sekitar banjir," ujar warga.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar