#pajak#pemkotbandarlampung

Pemkot Pastikan Bakso Sony Kurang Bayar Pajak

( kata)
Pemkot Pastikan Bakso Sony Kurang Bayar Pajak
Bakso Sony. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung memastikan adanya kekurangan laporan pajak yang dilakukan Bakso Sony.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi, melalui rilis yang diterima Lampost.co, Selasa, 12 Oktober 2021. 

Kepastian itu disimpulkan BPPRD setelah belum adanya laporan Bakso Sony untuk audit pajak.

"Padahal sudah kami sampaikan berdasarkan Pasal 114 ayat 3 Perda No. 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, menyatakan wajib pajak yang diperiksa wajib memberikan data, informasi, buku catatan dan keterangan lain berkaitan dengan omzet paling lama 14 hari kalender dari penyampaian permintaan Tim pemeriksa. Terakhir Inspektur Pemkot memanggil Bakso Sony pada Senin, 11 Oktober 2021, untuk segera melengkapi data yang diminta," ujar Nurizki. 

Namun, hingga kini bakso Sony belum dapat memberikan dokumen yang diminta Pemkot. 

"Berdasarkan aturan, BPPRD dapat menetapkan kekurangan pembayaran pajak secara jabatan atau penetapan nilai pajak secara jabatan. Maksudnya, Pemkot melalui BPPRD dapat menilai kekurangan pembayaran pajaknya berdasarkan data atau penghitungan yang pernah dilakukan," kata dia. 

Menurut dia, Pemkot Bandar Lampung memanggil pihak bakso Sony hingga tiga kali untuk mengaudit pajak. Namun, Bakso Sony hanya menyampaikan data legalitas usaha yang tidak lengkap.  

"Proses pemanggilan dalam rangka audit ini sudah dilakukan pertama sejak 21 September, 5 Oktober dan 11 Oktober 2021," katanya. 

Meski demikian, Pemkot masih ingin ada iktikad baik pihak bakso Sony, demi kelancaran perekonomian dan kegiatan usaha di Kota Tapis Berseri. 

"Semoga pihak Bakso Sony dapat segera melaksanakan kewajiban yang ditetapkan demi kemaslahatan bersama," ujar dia. 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar