#UKM#mataram#ritel

Pemkot Mataram akan Moratorium Izin Ritel Modern

( kata)
Pemkot Mataram akan Moratorium Izin Ritel Modern
Ilustrasi ritel modern. Foto : MI/Pujianto.

Mataram (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berencana melakukan moratorium pemberian izin operasi ritel modern pada 2020 untuk memberikan peluang kepada pelaku usaha kecil menengah.
 
"Karena itu, selama ini pengeluaran izin pembangunan ritel modern dilakukan secara selektif, dengan memprioritaskan jalan utama dan tidak dibolehkan membuka usaha jalan lingkungan agar tidak mematikan usaha kecil yang sudah ada di sekitarnya," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin di Mataram dikutip dari Antara, Minggu, 1 Desember 2019.
 
Dikatakannya, pemberian izin terhadap retail modern selama ini diprioritaskan pada bagian pinggir atau lingkar baik lingkar selatan, utara, barat dan timur Kota Mataram yang relatif sepi dan tidak ada geliat masyarakat sekitarnya.

"Sementara itu untuk masuk ke tengah wilayah dan masuk ke masyarakat tidak kita berikan karena itu bisa mematikan usaha pedagang kecil di sekitarnya," katanya.
 
Akan tetapi, dia mengakui pihaknya memberikan izin operasional di Jalan Lalu Masir kawasan Babakan yang merupakan jalan provinsi dengan membelah masyarakat tradisional.
 
Pengeluaran izin tersebut, kata Amran, berdasarkan permintaan tokoh masyarakat sekitar yang melihat selama ini kawasan itu seringkali disalahgunakan untuk aktivitas negatif.
 
Permohonan dari tokoh masyarakat itu sudah lama, tapi Disdag menolak karena pertimbangan persaingan, namun setelah dilakukan kajian dan masalah di tingkat wilayah barulah diizinkan.
 
"Perlu diingat, lokasi itu diizinkan ada ritel modern murni karena permintaan warga dan tokoh masyarakat sekitar," katanya.
 
Dia menegaskan penambahan di jalur utama dan tengah kota dinilai sudah cukup sehingga kehadiran ritel modern dapat meningkatkan perkembangan ekonomi meskipun menganggu roda perekonomian masyarakat.
 
"Keseimbangan itulah yang perlu dipikirkan dan melihat kekhasan dan nilai-nilai ekonomi," jelas dia.
 

Medcom

Berita Terkait

Komentar