#proyek#galianspam#pdam#beritalampung

Pemkot Klaim Sudah Ingatkan Kontraktor Galian SPAM

( kata)
Pemkot Klaim Sudah Ingatkan Kontraktor Galian SPAM
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat meninjau proyek galian SPAM PDAM. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co): Proses galian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang saat ini dikerjakan oleh PT Adya Tirta Lampung (ATL) sebagai pelaksana kegiatan banyak menuai kritikan dan keluhan. Pemerintah Kota Bandar Lampung mengklaim telah mengingatkan kontraktor proyek itu.

Proses pengerjaan proyek tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap jalan kota dan jalan negara, juga menimbulkan banyak dampak lalu lintas, seperti kemacetan, bahkan kecelakaan lalu lintas.

Banyak warga khawatir belum selesainya pengerjaan galian pipa itu akan banyak lagi korban, akibat galian pipa yang tidak ditimbun, sehingga pengendara yang melintas kerap terjerembab.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan bahwa pihak Pemkot pun sebelumnya telah memberikan teguran terhadap pihak pelaksana kegiatan dalam hal ini yaitu PT ATL, agar galian pipa lebih dipadatkan sehingga tidak berdampak bagi pengendara yang melintas.

"Itu sudah kita ingatkan kepada pengusaha tidak boleh menggali oleh Balai Pengawasan Jalan Negara (BPJN) karena ini jalan nasional, karena disitu ada pipa PLN, pipa telkom," ujar Wali Kota Herman HN, Kamis, 6 Februari 2020.

Wali Kota Herman HN meminta kepada warga Bandar Lampung untuk bersabar. Sebab menurutnya, sebuah proyek pengerjaan sudah pasti memiliki dampak baik buruk ataupun baiknya.

"Saya minta warga agar bersabar karena kalau masih ngebangun pasti ada persoalannya. Nanti begitu sudah selesai semua akan menikmati manfaatnya. Ini nanti melayani 60 ribu sambungan air 24 jam untuk warga Bandar Lampung," kata dia.

Sementara itu, mengenai banyaknya keluhan dari masyarakat akibat pengerjaan galian pipa proyek SPAM tersebut. Lampung Post mencoba konfirmasi langsung kepada Freddy Abdurrahman selaku Site Manager PT Adhya Tirta Lampung (ATL), Kamis, 6 Februari 2020, sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun tidak ada satupun karyawan PT ATL yang mau menanggapi dengan alasan tidak memiliki wewenang untuk menerangkan terkait persoalan yang ada.

"Pak Freddy tidak ada di kantor, jam segini biasanya dia sudah di lapangan daerah Natar sana," singkat salah seorang karyawan PT ATL.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar