#VirusKorona#Buruh

Pemkot Keluarkan Surat Edaran Perlindungan Buruh

( kata)
Pemkot Keluarkan Surat Edaran Perlindungan Buruh
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Perlindungan Buruh atau pekerja. SE tersebut dikeluarkan pada 6 April 2020.

SE bernomor 500/505/III.06/2020 ini tentang perlindungan pekerja/buruh seta kalangan usaha dalam pencegahan dan penanggulangan covid-19 di Kota Bandar Lampung. Surat ditandatangani Wali Kota Bandar Lampung Herman HN dan bercap basah.

"Iya kemarin sudah saya instruksikan semua yang di rumah tetap dibayar. Tidak ada istilah perusahaan rugi, keuntungan dia beberapa tahun ini untuk bantu rakyat, karena kondisi saat ini sudah bukan nasional lagi tapi dunia," ujar Wali Kota Herman HN, Rabu, 8 April 2020.

Isi dari SE tersebut diantaranya, bagi pekerja yang dikategorikan sebagai ODP berdasarkan keterangan dokter sehingga tidak dapat masuk paling lama 14 hari maka upahnya di bayarkan secara penuh.

Bagi pekerja dikategorikan sebagai suspect dan dikarantina atau isolasi menurut keterangan dokter, maka upahnya dibayarkan penuh selama menjalani masa karantina atau isolasi.

Kemudian, bagi pekerja yang tidak masuk karena sakit covid-19 dan dibuktikan keterangan dokter, maka upahnya dibayarkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagi perusahaan yang melakukan pembatasan kegiatan usaha akibat kebijakan pemerintah di daerah guna pencegahan dan penanggulangan covid-19 sehingga menyebabkan sebagian atau seluruh pekerja tidak masuk kerja, dengan mempertimbangkan kelangsungan usaha, maka perubahan besaran maupun cara pembayaran upah dilakukan sesuai kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja atau buruh.

"Sudah ada surat saya melalui disnaker, kemarin sudah saya tanda tangani semua harus dibayar, nanti mereka tidak bekerja akan terdata dan mudah-mudahan mendapatkan bantuan juga dari pusat melalui kartu pra kerja," lanjut Herman HN.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar