#newnormal

Pemkot Depok Terapkan PSBB Proporsional Menuju New Normal

( kata)
Pemkot Depok Terapkan PSBB Proporsional Menuju New Normal
Wali Kota Depok Mohammad Idris. Antara

Depok (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mempersiapkan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional. PSBB proporsional ini berlaku jika hingga 4 Juni 2020 angka reproduksi efektif (Rt) Kota Depok konsisten lebih kecil dari satu dan indikator-indikator lainnya terpenuhi.

"PSBB P\proporsional sebagai persiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk pencegahan dan pengendalian covid-19 dan juga menindaklanjuti Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Kabupaten/Kota," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Minggu, 31 Mei 2020.

Dari analisis data di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, tren perkembangan Rt menunjukkan penurunan dari 25 Mei 2020 (Rt 1,39 atau Rt lebih besar dari 1) menjadi Rt lebih kecil dari 1, pada Minggu, 31 Mei 2020. "Semoga dapat dipertahankan dan terus diturunkan hingga 4 Juni 2020," ujarnya.

Idris menjelaskan dalam PSBB proporsional, memutus mata rantai penularan covid-19 dengan berbasis komunitas. Caranya dengan mengembangkan inovasi berupa pembatasan sosial kampung siaga (PSKS). Area pembatasan sosial akan diperkecil pada level RW yang masih dikategorikan zona merah, dengan parameter yang ditetapkan.

"Pada RW yang ditetapkan PSKS akan diatur pembatasan sosial secara khusus yang akan dimuat dalam peraturan wali kota Depok bersamaan dengan protokol PSBB proporsional," katanya.

Selanjutnya untuk sampai pada tahapan ini diperlukan kerja sama dan partisipasi semua pihak dalam mengikuti protokol PSBB yang berlaku saat ini. Target pencapaian Rt Kota Depok terus konsisten lebih kecil dari satu hingga 4 Juni 2020.

Pelaksanaan program PSKS saat ini sudah dilengkapi dengan aplikasi kampung siaga yang sudah terintegrasi dengan Picodep (Pusat Informasi Covid-19 Depok). Ini aplikasi pertama di Jawa Barat yang bisa diakses kampung siaga dalam penanggulangan kasus covid-19.

"Semoga dengan kolaborasi program PSKS ini, kasus Covid-19 pada RW yang dikategorikan zona merah dapat segera diselesaikan," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar