ingatpesanibujagajarakmencucitanganmemakaimasker

Pemkot Bogor Bangun Ribuan Fasilitas Cuci Tangan

( kata)
Pemkot Bogor Bangun Ribuan Fasilitas Cuci Tangan
Salah satu fasilitas cuci tangan yang berada di Taman Ekpresi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/ Rizky Dewantara

Bogor (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan surat edaran agar setiap titik yang mempunyai potensi kegiatan masyarakat untuk menyediakan fasilitas cuci tangan. Tercatat saat ini Pemkot Bogor sudah membangun 2.584 fasilitas cuci tangan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

"Ribuan fasilitas cuci tangan tersebut sudah tersebar di 466 sekolah, 900 masjid, 1.000 posyandu, dan seluruh taman yang ada di Kota Bogor," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, kepada Medcom.id Minggu, 18 Oktober 2020.

Bima mengaku di saat pandemi Covid-19 pihaknya menekankan kepada warga Kota Bogor untuk cuci tangan pakai sabun. Karena berdasarkan data klaster keluarga di Kota Bogor menempati peringkat utama.

Tercatat sampai saat ini ada 277 keluarga dengan kasus positif 170. Sebagian besar kasus terpapar karena anggota keluarga yang keluar rumah atau tempat kerja.

"Nomor satu yang terpenting kultur, kebiasaan dibangun, digencarkan melalui sosialisasi dan edukasi, kedua pembangunan infrastruktur digencarkan di seluruh titik-titik yang betul-betul memerlukan protokol kesehatan," ujarnya.

Bima menuturkan Pemkot Bogor bekerja sama dengan Lapor Covid-19 dan Nanyang Technological University Singapore melakukan survei di Kota Bogor. Survei ini untuk melihat sejauh mana persepsi warga Kota Bogor terhadap Covid-19 dan menaati seruan pakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

"Hasilnya menarik, ternyata warga paling suka jaga jarak, sering pakai masker, dan di tengah-tengah cuci tangan," ujarnya.

Menurut dia, dari hasil survei juga warga lebih percaya mendengar nasihat atau informasi dari dokter, kedua tokoh agama, ketiga pejabat baru terakhir selebriti.

Jadi, pemerintah pusat dan daerah sangat penting melibatkan dokter, tenaga medis, pakar kesehatan, dan tokoh agama. Di Kota Bogor pihaknya membentuk tim Merpati yang tugasnya mengedukasi dan sosialisasi.

"Karena warga masih perlu untuk dijangkau, dicerahkan, dan diedukasi apalagi 16 persen warga percaya Covid-19 itu konspirasi buatan manusia, 29 persen mengaku tidak percaya konspirasi, dan 50 persen antara iya dan tidak," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar