#beritalampung#beritalampungterkini#penangananinflasi#paketberas#bansos

Pemkot Bandar Lampung Tangani Inflasi dengan Bagikan Paket Beras di 10 Kecamatan

( kata)
Pemkot Bandar Lampung Tangani Inflasi dengan Bagikan Paket Beras di 10 Kecamatan
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyerahkan bantuan beras ke warga di Kecamatan Telukbetung Selatan yang merupakan program penanganan inflasi, Senin, 19 Desember 2022. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung membagikan paket beras di 10 kecamatan, Senin, 19 Desember 2022. Bantuan beras itu diberikan kepada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengungkapkan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu memicu kenaikan harga bahan pokok. Pembagian beras itu merupakan program penanganan inflasi untuk membantu masyarakat.

Pembagian tersebut merupakan penyaluran tahap 1 di bulan ini. Kecamatan yang mendapat pembagian, yakni Telukbetung Timur, Telukbetung Barat, Telukbetung Selatan, Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Barat, Langkapura, Kemiling, Rajabasa, Labuhanratu, dan Kedaton.

Baca juga: Lunas PBB Paling Cepat, 3 Kecamatan dan 3 Pekon di Lambar Terima Penghargaan 

"Besok kami akan lanjut membagikan beras lagi di 10 kecamatan yang belum," ujarnya usai menyerahkan bantuan beras di Kecamatan Telukbetung Selatan.

Dalam penyaluran tersebut setiap keluarga mendapatkan 5 kilogram beras. Penerima bantuan didata langsung melalui kelurahan dan kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung, Kadek Sumarta menyampaikan total 68 ribu paket beras yang dibagikan. Pada tahap 2 ini, pihaknya menyalurkan 34 ribu paket kepada masyarakat sesuai data dari 126 kelurahan.

"Pertama sudah kami salurkan pada Oktober kemarin dengan 34 ribu paket juga," ujarnya.

Menurut dia, program itu menghabiskan anggaran senilai Rp3,7 miliar. Nominal itu berasal dari anggaran penanganan inflasi Rp2,8 miliar dan tambahan dari DID senilai Rp900 juta.

Kadek menambahkan pembagian bantuan dikhususkan kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM terlebih masyarakat wilayah pesisir. Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan masyarakat yang belum menerima bantuan pemerintah sebagai penerima.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar