#stunting#prestasi

Pemkab Tulangbawang Sabet Dua Penghargaan Pengentasan Stunting

( kata)
Pemkab Tulangbawang Sabet Dua Penghargaan Pengentasan <i>Stunting</i>
Bupati Tulangbawang Winarti (Kanan) menerima penghargaan dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (Kiri), Rabu, 19 Januari 2022. Dok Pemkab


Menggala (Lampost.co) -- Bupati Tulangbawang Winarti menerima dua penghargaan di bidang kesehatan di tingkat provinsi dan nasional. Penghargaan diberikan berkaitan dengan keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang dalam mengentaskan persoalan gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi. 

Di tingkat nasional, Kabupaten Tulangbawang meraih posisi terbaik kelima dari seluruh daerah di Indonesia. Sedangkan di tingkat Provinsi Lampung, berhasil meraih predikat terbaik capaian penurunan stunting berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2021.

"Alhamdulillah, berkat 25 program Bersama Melayani Warga (BMW) prorakyat dan gotong royong seluruh pihak," kata Bupati Winarti, Rabu, 19 Januari 2022.

Baca: Tingkat Kasus Stunting Lampung Menurun

 

Menurut dia, upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat salah satunya dengan meluncurkan program khusus di bidang kesehatan. Di antaranya adalah pemberian ambulans kampung, pemberian insentif bagi bidan koordinator, kampung, dan kader, meluncurkan inovasi BMW sayang ibu, dan inovasi gerebek stunting dengan intervensi spesifik dan sensitif (lintas sektor). 

"Kami berharap dengan adanya sejumlah program bidang kesehatan yang prorakyat itu dapat menjadikan masyarakat Tulangbawang sehat," ujar dia. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulangbawang, Fhatoni mengatakan, saat ini angka stunting di Tulangbawang menjadi yang terendah dari seluruh daerah di Provinsi Lampung. 

"Angka stunting di Kabupaten Tulangbawang terus menurun. Saat ini hanya mencapai 9,5 persen," katanya. 

Stunting, terang dia, merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita tersebut disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi kembali.

Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2018, angka stunting di Tulangbawang mencapai 32,49%.  Angka itu mengalami penurunan secara signifikan pada 2019 menjadi 15,39%. Penurunan angka stunting kembali berlanjut menjadi 11,17% di tahun 2020. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar