#tubaba#korona

Pemkab Tubaba Siapkan 600 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19

( kata)
Pemkab Tubaba Siapkan 600 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19
Sekretaris Kabupaten Tubaba, Herwan Sahri.

Panaragan (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan mendistribusikan 600 ton beras kepada 60 ribu kepala keluarga (KK) terdampak pendemi virus korona atau covid-19 di seluruh tiyuh/desa.

Bantuan tersebut dikucurkan untuk mendampingi bantuan sosial terdampak covid-19 dari  pemerintah pusat dan bantuan langsung tunai yang bersumber dari anggaran dana desa serta program tunai maju sejahtera (Mantra) Tubaba.

Bantuan ini akan didistribusikan sebanyak 10 kg/KK kepada masyarakat kurang mampu dan akan disalurkan kepada penerima bantuan dalam waktu dekat.

"Untuk penerima batuan sosial berupa beras ini sedang kami data. Jumlah penerima bantuan beras ini sebanyak 60 ribu KK dan disebarkan diseluruh kecamatan,"ujar Sekretaris Kabupaten (Sekdakab) Tubaba, Herwan Sahri mendampingi bupati Umar Ahmad, kepada lampost.co, Rabu 22 April 2020 siang.

Sekretaris gugus tugas pecegahan Covid-19 Tubaba itu menjelaskan untuk membantu masyarakat terdampak sosial dan ekonomi akibat pademi covid-19, pemkab setempat sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 miliar. Dana tersebut didapat dari realokasi APBD 2019.

"Sebanyak 600 ton beras ini merupakan bantuan awal yang diambil dari anggaran Rp14 miliar tersebut. Jika masyarakat terdampak sampai Juni 2020 masih membutuhkan bantuan maka akan kembali dikucurkan sesuai kebutuhan,"kata dia.

Herwan mengatakan pemerintah pusat telah meluncurkan berbagai program untuk membantu masyarakat yakni Program PKH, BPNT, Kartu Prakerja dan bantuan langsung tunai. Sedangkan, pemkab juga selain menyediakan bantuan beras juga sudah menyiapkan bantuan tunai melalui program  Matra Tubaba serta  bantuan tunai melalui dana desa.

"Nah, bantuan  beras ini akan menyempurnakan bantuan dari pusat tersebut. Makanya, kami sekarang lagi memilah mana masyarakat yang benar-benar berhak mendapatkan bantuan,"tegasnya.

Selain menetapkan bantuan tersebut, kata dia, pemkab setempat juga sudah membentuk tim pemusaran jenazah covid. Keputusan ini ditetapkan dalam keputusan bersama dalam rapat koordinasi gugus tugas, dengan OPD terkait,  MUI, Kamenag, perwakilan ormas islam, Kepolisian dan TNI.

Dalam rapat tersebut juga diputuskan Untuk ibadah Sholat Tarawih sementara ditiadakan (Ibadah di tempat masing-masing/rumah), Pembayaran Zakat dibayarkan satu hari sebelum Hari H Lebaran, serta mengimbau masyarakay tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa dalam hal buka bersama dan kegiatan lainnya.

 "Sekarang tim pemusaran jenazah covid-19 sudah terbentuk dan siap bekerja jika terjadi musibah,"ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, pemkab juga sudah menyiapkan lahan seluas 2 ha serta peti mati sebanyak 10 buah khusus untuk pemakaman jenazah covid. "Semua ini disiapkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Harapan kita semua tentunya fasilitas ini tidak digunakan karena kita berharap tidak ada warga Tubaba menjadi korban covid-19,"pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar