Kebakaranhutanberitatubaba

Pemkab Tubaba Belum Miliki Tim Siaga Karhutla

( kata)
Pemkab Tubaba Belum Miliki Tim Siaga Karhutla
BPBD Tulangbawang Barat menyiapkan satu unit mobil air bersih di musim kemarau. Lampost.co/Ahmad Sobirin


Panaragan (Lampost.co) -- Tulangbawang Barat belum memiliki tim siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mencegah terulangnya insiden kebakaran sejumlah lahan perkebunan karet warga di wilayah setempat. Baru ada baru tim siaga bencana (tim Rescue) yang dibentuk pada 2019.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Pencegahan Bencana Daerah, Evi Gusanti di kantornya mengatakan terkait persoalan kebakaran sepenuhnya menjadi kewenangan bagian Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Yang sudah terbentuk adalah tim siaga bencana (tim rescue) pada tahun 2019 dengan 20 personel bentukan Damkar. Mereka stanby di kantor BPBD dalam waktu dekat ini,” kata mantan kabid di Kesbangpol ini, Rabu, 6 November 2019.

Dia mengaku pihaknya tidak memiliki data terbaru terkait insiden kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau ini.“BPBD saat ini hanya fokus pada bencana banjir. Untuk kebakaran menjadi kewenangan Damkar, tapi kami perlu juga meminta data itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Damkar Satpol PP, Nur Budiman belum bisa memberikan data terkait jumlah kebakaran yang terjadi dalam dua tahun terakhir. “Masih dalam bentuk form nanti kami rekap dahulu dari 2017, 2018, dan 2019. Nanti kami sampaikan,” katanya.

Namun, sayang hingga berita ini diturunkan data tersebut belum dapat diterima Lampost.co.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Amrullah, menyatakan pihaknya baru akan mengajukan surat imbauan kepada bupati agar melarang seluruh komponen masyarat membakar sampah apa pun di wilayah setempat.

“Dan jika ada oknum yang sengaja melakukan pembakaran dengan alasan apa pun, kami minta kepolisian bertindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sebab, kebakaran menjadi ancaman serius pada musim kemarau ini,” kata mantan Kadis Pendidikan ini.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar