#Bantuansosial#tulangbawangbarat

Pemkab Tubaba: Bantuan Mantra Haram Disunat

( kata)
Pemkab Tubaba: Bantuan Mantra Haram Disunat
Plt. Kadis Sosial Tubaba Somad saat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat di kabupaten setempat belum lama ini/Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co): Pembagian bantuan tunai program maju sejahtera (Mantra) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dijamin bebas pungli. Program tahunan Bupati Umar Ahmad tersebut dikucurkan kepada13.250 keluarga penerima manfaat melalui rekening bank dengan bantuan Rp500 ribu/tahun/KK.

"Kalau ada yang melakukan potongan kepada penerima, saya meminta diproses hukum. Program ini tujuannya untuk membantu masyarakat tidak mampu. Haram bagi siapa pun  yang melakukan pemotong atau menyunat bantuan ini,"ujar Plt.Kadis Sosial Tubaba Somad, Kamis 10 Desember 2020.

Somad menjelaskan program Mantra tersebut merupakan program yang didanai dari APBD 2020 dengan anggaran sekitar Rp7,5 miliar diperuntukan untuk 13.250 keluarga penerima manfaat yang tersebar diseluruh tiyuh/desa disembilan kecamatan. 

"Program ini sudah masuk tahun kedua. Ini program pak bupati untuk membantu masyarakat kurang mampu yang tidak tersentuh program bantuan  sosial dari pusat," ujarnya.

Dalam pendistribusian program tersebut, Pemkab melakukan kerja sama dengam sejumlah bank untuk melakukan penyaluran bantuan. Untuk kecamatan Tulangbawang Udik sebanyak 1.706 keluarga penerima manfaat dan Tumijajar (1.763) dua kecamatan ini melalui Bank BNI. SesangkN kecamatan Tulangbawang Tengah  (3.641 KK) melalui Bank Syariah Tani.

Selanjutnya, enam kecamatan di wilayah utara kabupaten yakni Pagardewa (450) Lambukibang 887, Batu Putih (1.153) Gunungterang (1.034), Gunungagung (1.495) dan Waykenanga (1.121) melalui Bank Lampung.

"Nah, bantuan ini langsung masuk kerekening penerima. Tapi, dalam setiap penerima pihak bank mewajibkan pemilik rekening meninggalkan saldo dalam rekening sekitar Rp20 ribu-Rp50 ribu. Uang ini bukan dipotong tapi menjadi tabungan penerima," kata dia.

Dia mengatakan dalam pendistribusian bantuan tersebut, pemkab telah menunjuk pendamping dimasing-masing tiyuh untuk memantau dan medistribusikan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima.

"Tahun kedua ini, terdapat sekitar dua ribu penerima ditahun 2019 kami ganti dengan penerima baru yang dinilai lebih membutuhkan. Artinya, program ini setiap tahunnya selalu dievaluasi agar penerima program bukan orang mampu,"ungkapnya.

Somad mengatakan terkait dengan pengucuran bantuan tersebut bupati berharap penerima dapat memanfaatkan bantuan tepat guna. Artinya, bukan digunakan untuk keperluan yang tidak bermanfaat.

"Tujuan dari bantuan ini sekaligus membantu warga yang terdampak pamdemi Covid-19,"kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar