#Korupsi

Pemkab Tuba Tak Beri Pendampingan Hukum ke Nazaruddin

( kata)
Pemkab Tuba Tak Beri Pendampingan Hukum ke Nazaruddin
Kejaksaan Negeri Tulangbawang mengumumkan penetapan tersangka Kadis Pendidikan Tulangbawang, Nazaruddin. Dok. Lampost.co


Menggala (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang Nazaruddin yang diduga terlibat kasus korupsi.

Kejaksaan Negeri Tulangbawang menetapkan Nazaruddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan terhadap kegiatan fisik dana alokasi khusus (DAK) pendidikan tahun 2019 senilai Rp49 miliar.

Baca juga: Kadis Pendidikan Tuba Tersangka Korupsi DAK

Kabag Hukum Setdakab Tulangbawang Anuari mengatakan terdapat beberapa kriteria pendampingan hukum yang dapat diberikan kepada ASN ketika tersandung hukum. Contohnya, lanjut dia, ketika terlibat persoalan sengketa perdata dan PTUN.

"Kalau Pemkab langsung backup untuk pendampingan hukum beracara enggak bisa, karena keterbatasan kewenangannya," kata Anuari, kepada Lampost.co, Senin, 1 Februari 2021.

Meski begitu, Anuari tetap meminta semua pihak menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Pemkab Tulangbawang sejauh ini, terus memantau jalannya kasus ini, karena tersangka merupakan ASN setempat.

"Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Kami juga akan tunggu dan lihat prosesnya kedepan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Tulangbawang menetapkan Kadisdik Tulangbawamg Nazaruddin sebagai tersangka dugaan kasus pungutan terhadap kegiatan fisik DAK pendidikan tahun 2019 senilai Rp49 miliar.

Dalam ketetangan pers yang disampaikan Kajari Tulangbawang modus yang digunakan tersangka adalah dengan meminta setoran 10 sampai 12,5 persen dari pagu yang di kucurkan kesekolah penerima bantuan DAK.

Winarko







Berita Terkait



Komentar